EkonomiInspirasiKesehatan

Sandang Disabilitas, Tak Menghambat Lutfie Dalam Berkarya

554
×

Sandang Disabilitas, Tak Menghambat Lutfie Dalam Berkarya

Sebarkan artikel ini
Luthfie sedang memperbaiki printer
Luthfie sedang memperbaiki printer

PITURUH, purworejo24.com – Keterbatasan fisik tak menghambat seseorang penyandang disabilitas asal Desa Megulunglor, Purworejo Jawa Tengah untuk sukses menjadi seorang wirausahawan mandiri. Berkat ketekunan, kerja keras dan pantang menyerah, pemuda berumur 24 tahun ini mampu menjadi rujukan berbagai kalangan untuk memperbaiki komputer maupun printer yang rusak dan mempunyai toko komputer dengan 2 karyawan.

Hampir semua masyarakat di Kecamatan Pituruh Purworejo, mengenal sosok Ahmad Luthfie Hakim (24). Kendati fisiknya tidak tumbuh normal layaknya pemuda sebayanya, lelaki yang sering dipanggill Lutfie ini tetap percaya diri dan beraktifitas layaknya pemuda lain. Bahkan karena kepiawaiannya di bidang teknik komputer, banyak warga sekitar yang mempercayakan permasalahan kerusakan komputer dan printer pada Luthfie.

Kendati mempunyai keterbatasan fisik, Luthfie tak segan untuk mengantar printer ke rumah pelanggan.
Kendati mempunyai keterbatasan fisik, Luthfie tak segan untuk mengantar printer ke rumah pelanggan.

Mulai dari perangkat desa se-Kecamatan Pituruh, sekolah-sekolah, serta pihak-pihak swasta mempercayakan servis ke toko miliknya yang ia beri nama LC Computer. Tidak hanya menerima servis saja bahkan ia kerapkali diundang untuk melakukan shooting dan Live Streaming pada kegiatan-kegiatan tertentu.

Anak pertama pasangan Muh Yasir (55) dan Ani Wafiroh (49) itu mengatakan, kekurangan fisik dialaminya setelah jatuh dan mengalami patah tulang saat TK. Sebelumnya, ia merupakan anak yang dilahirkan secara normal. Setelah beberapa minggu setelah kejadian dokter mendiagnosa Lutfhie menderita pengeroposan tulang.

“Setelah jatuh, saya enam bulan tidak bisa apa-apa. Lalu menjalani pengobatan tradisional dan dilanjutkan periksa ke dokter, dan hasilnya sangat mengejutkan saya waktu itu,” ungkapnya kepada purworejo24.com saat ditemui dirumahnya pada Selasa (03/12/2019).

Lutfhie menjelaskan setelah ia merampungkan pendidikan SMK tahun 2015 dan masih bekerja di tempat servis milik temannya hingga 2016. Ia membuka jasa servis komputer, printer, perangkat lunak, dan jual beli komponen sendiri dirumahnya.

“Sekitar 3 tahun-an yang lalu saya mulai membuka servis dan alhamdulillah, sekarang sudah hampir punya toko sendiri yang saat ini masih dalam proses pembangunan,” ucapnya.

Saat ini Lutfhie mulai kewalahan hingga merekrut dua lulusan SMK untuk membantu pekerjaannya memperbaiki komputer dan printer.

“Setiap hari ada saya yang masuk untuk servis dan lain-lain mau tidak mau pelanggan harus antri soalnya tenaganya juga kurang meskipun sudah dibantu 2 orang teman saya,” katanya.

Ia berharap dengan dirinya menjadi orang penyandang disabilitas dapat menjadi contoh bagi yang lainnya dalam hal berkarya sehingga tidak ada kata tidak dalam berkarya walaupun menyandang disabilitas.

“Semoga apa yang saya lakukan ini dapat menjadi inspirasi bagi saudara-saudara saya yang juga mengalami hal yang sama dengan saya,” ucapnya.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.