BAGELEN, purworejo24.com – Kesadaran dan jiwa warga desa Hargorojo yang selalu rutin menyumbangkan darah mereka ke PMI mengantarkan Desa Hargorojo menjadi Bank Darah utama di Kabupaten Purworejo. Hingga saat ini lebih dari 100 orang warga yang rutin mendonorkan darahnya.
Puluhan warga Desa Hargorojo Kecamatan Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah beramai ramai menuju Balai Desa, guna mendonorkan darah mereka ke Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Purworejo. Senin (23/12/2019).
“Warga desa Hargorojo rutin setiap tiga bulan sekali menyumbangkan darahnya ke PMI, dan Desa ini selalu diandalkan untuk mencukupi kebutuhan stok darah di Purworejo,” kata anggota Forum Kesehatan Desa (FKD) Desa Hargorojo, Winarni, bersama Ketua FKD Nanang Kosim, saat dikonfirmasi purworejo24.com, usai kegiatan donor darah.
Donor darah di Hargorojo, Kecamatan Bagelen, Purworejo.
Dikatakan, warga telah secara rutin menyumbangkan darah mereka ke PMI sejak tahun 2010 lalu. Bahkan bukan satu dua kali saja, warga Desa Hargorojo telah aktif menjadi pendonor lebih dari 50 kali.
“Jumlah warga yang menjadi pendonor darah aktif bahkan lebih dari 100 orang. Mereka sebagian besar sudah mengantongi kartu anggota, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang telah melakukan donor darah lebih dari 50 kali,” jelasnya.
Warga, lanjutnya, merasa bangga dengan kepedulian dan jiwa sosialnya, tanpa harus diminta mereka datang sendiri jika sudah tiba jadwal diambil darahnya.
“Selain di Balai Desa, kegiatan donor darah juga dilakukan di Wihara Vimala kirti Setoyo dan Wihara Vimala Kirti Ngargo,” katanya.
Kegiatan donor darah itu, selalu dilaksanakan secara rutin berkat kerja sama dengan pemdes Hargorojo, Sibad dan TP PKK desa Hargorojo.
“Cukup mudah untuk mengajak warga Hargorjo untuk mendonorkan darahnya. Warga hanya mendapat imbalan asupan gizi untuk memulihkan kondisi tubuh usai diambil darahnya, warga dengan suka rela menyumbangkan darah ke PMI,” ujarnya.
Tak hanya dekat dan tidak harus jauh jauh pergi ke PMI jika hendak berdonor, warga juga merasa kegiatan itu sangat membantu kesehatan mereka dengan diambil darahnya secara rutin.
“Setidaknya menjadi amal kemanusian bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.(P24-Drt)