Cegah Anemia, Dinkes Bagikan Ribuan Pil Tambah Darah Kepada Siswa
Sebarkan artikel ini
Pemeriksaan kadar Hemoglobin (HB) untuk remaja putri.
KALIGESING, purworejo24.com – Guna mencegah anemia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Purworejo, Jawa Tengah memberikan tablet tambah darah kepada ribuan remaja putri di 20 SMP dan SMA di Kabupaten Purworejo. Pil itu diberikan dalam rangkaian acara sosialisasi kesehatan reproduksi remaja, yang digelar oleh Dinas Kesehatan Purworejo.
Salah satu sekolah yang mendapatkan program sosialisasi itu diantaranya adalah SMP Negeri 24 Purworejo. Ratusan siswa melakukan senam sehat bersama, meminum pil tambah darah serentak, survai anemia dan pemeriksaan kadar Hemoglobin (HB) untuk remaja putri dengan sample 100 siswi, pada Selasa (10/12/2019) pagi.
Dalam sosialisasi tersebut, Dinkes juga menghadirkan dokter spesialis kesehatan jiwa RSUD Tjitrowardjoyo Purworejo sebagai narasumber yaitu dr Erih Williasari Sp KJ.
Kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja di SMPN 24 Purworejo. (10/12/2019)
Kabid Pembiayaan dan pelayanan kesehatan, Eny Widiarti S.Si.T M.Kes, bersama Siti khotijah S.KM., Pengelola Program Remaja pada Dinas Kesehatan Purworejo, saat ditemui purworejo24.com disela acara menyatakan ada ribuan siwa yang telah diambil sampel.
“Tahun 2019 ini ada 2.000 remaja putri dari 20 sekolah baik SMP dan SMA yang kita ambil sebagai sampel, yaitu remaja putri yang mengalami persoalan anemia,” ungkapnya.
Dikatakan, kegiatan sosialisasi itu dilakukan bertujuan untuk mengintervensi angka kematian ibu dan stunting pada anak. Dimana remaja adalah calon ibu, dengan semakin mengetahui tentang kesehatan, mereka bisa lebih akan menjaga kesehatanya.
“Tujuan akhir kegiatan ini adalah mencapai generasi yang hebat, sehat, kuat, berkualitas dan mampu berdaya saing. Sosialisasi ini diberikan dengan harapan yaitu anak anak mampu mengatasi masalahnya sendiri mampu memilih yang baik dan mampu menjadi remaja yang berkualitas dan berprestasi,” katanya.
Menurutnya, remaja adalah tahapan usia yang sangat membutuhkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi. Sebab pada masa remaja, terjadi proses pubertas alias pendewasaan alat reproduksi.
“Masa ini ditandai dengan adanya perubahan fisik dan psikis pada diri remaja. Dengan adanya perubahan itu, pengetahuan seperti kesehatan reproduksi remaja sangatlah penting,” katanya.
Dengan pengetahuan itu, diharapkan remaja dapat membentengi dirinya dari gangguan kesehatan reproduksi yang disebabkan oleh perawatan sehari-hari yang kurang mencukupi. Dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, remaja juga dapat menjaga diri dari penyakit akibat hubungan seksual dan lain sebagainya.
“Dengan sosialisasi tersebut meraka diharapkan bisa meminum pil tambah darah secara rutin yakni satu kali dalam seminggu. Hal tersebut agar mengimbangi keluarnya darah dari dalam tubuh karena datang bulan. Selain itu pola makan remaja saat ini juga tidak bisa dijadikan acuan untuk program menambah darah,” ujarnya.
Ratusan siswa SMN 24 mengikuti senam sehat bersama. (10/212/2019)
Kepala SMP Negeri 24, Sudarmono S.Pd M.Pd, bersama Kasi Kurikulum SMP pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purworejo, Paryono M.Pd mengapresiasi kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja. Dengan acaraini diharapkan siswa bisa mengetahui tentang kesehatan reproduksi remaja.
“Anak anak perlu pemahaman yang banyak tentang kesehatan reproduksi sehingga mereka tidak terjerumus dalam hal hal yang negatif,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu siswi kelas 7, Anestia Ramandani, mengaku senang dengan kegiatan itu. Dengan kegiatan itu, dirinya menjadi tahu tentang kesehatan reproduksi remaja.
“Senang, jadi tambah ilmu dan pengalaman, yaitu bagaimana cara menjaga kesehatan secara benar,” katanya. (P24-Drt)