Pemerintahan

Belasan Ribu Orang Hadiri Majelis Cicit Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani ke-25 dari Turki

881
×

Belasan Ribu Orang Hadiri Majelis Cicit Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani ke-25 dari Turki

Sebarkan artikel ini
Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani Al-Husaini sedang memberikan ceramah di hadapan belasan ribu jamaah
Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani Al-Husaini sedang memberikan ceramah di hadapan belasan ribu jamaah

GEBANG, purworejo24.com – Belasan ribu orang hadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren An-nawawi Berjan Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo. Ulama Internasional, yang merupakan cicit dari Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani ke-25 yakni Asy-Syaikh As-Sayyid Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani Al-Husaini dari Istanbul Turki turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Miftahul Chasan, ketua panitia acara tersebut mengungkapkan, acara ini digelar dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Pondok Pesantren An-Nawawi sekaligus Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani bersama Ikhwan Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah Berjan Purworejo Jawa Tengah.

Warga yang datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah ini pun memadati Halaman Pendidikan An-nawawi sejak sore hari bahkan jalan didepan tempat acara sempat mengalami sedikit kemacetan karena banyaknya jamaah yang hadir.

“Kita kali ini kedatangam tamu yang mulia Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani Al-Husaini salah satu keturunan Nabi Muhammad SAW. Ihwan thoriqoh dan peserta umum yang datang ada yang dari Magelang, Kebumen, Wonosobo, Jogja dan daerah sekitarnya, sekitar 15 ribuan, meskipun sempat hujan tapi tidak mengganggu jalannya acara,” ucapnya kepada purworejo24.com usai acara pada Jumat (13/12/2019) dini hari.

Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani Al-Husaini di Pondok Pesantren An Nawawi Purworejo
Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani Al-Husaini di Pondok Pesantren An Nawawi Purworejo

Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani Al-Husaini pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan sejarah tentang Kakek beliau Sulthonul Auliya Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani yang lahir di Baghdad mempunyai ratusan kitab. Dari ratusan kitab tersebut ternyata kitab aslinya banyak tersebar sampai ke Eropa.

“Ada sekitar 250 an kitab karya Sulthonul Auliya Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani bahkan saya menemukan salah satu kitab asli karangan beliau di Vatikan,” ucapnya dengan bahasa Arab.

Lebih lanjut beliau menjelaskan tentang pentingnya sikap jujur dari seorang yang mempunyai posisi yang sangat mulia. Seperti pesan yang disampaikan oleh Ibu dari Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani yang bernama Syarifah Fathimah ketika Syaikh Abdul Qodir akan berangkat menimba ilmu di Bagdad, pesan beliau (Syarifah Fathimah) hanya satu yaitu “Jangan sekali-kali kamu berbohong seumur hidup kamu”.

“Bahkan dalam Kitab Nashoihu al-Jailani karya Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani, Kanjeng Syaikh berkata ; Jadilah kalian orang-orang yang jujur, karena orang yang jujur akan mendapat keberkahan dari Alloh, keberkahan ilmunya, keberkahan hidupnya, keberkahan umurnya, bahkan orang yang jujur akan diberikan posisi mulia di sisi Allah yaitu posisinya di bawah posisi kenabian,” tutur beliau.

Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani Al-Husaini sedang memberikan ceramah di hadapan belasan ribu jamaah
Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani Al-Husaini sedang memberikan ceramah di hadapan belasan ribu jamaah
Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani Al-Husaini di Pondok Pesantren An Nawawi Purworejo
Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani Al-Husaini di Pondok Pesantren An Nawawi Purworejo

Ada pemandangan yang menarik pada acara kali ini ketika Asy-Syaikh As-Sayyid Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani dan KH. Achmad Chalwani Pengasuh pondok pesantren An-nawawi saling memakaikan seragam kebesaran Banser di hadapan belasan ribu jamaah. Di akhir acara beliau memimpin do’a semoga kita semua dapat berkumpul kembali di majlis ini bersama KH. Achmad Chalwani dan beliau merasa senang sekali bahkan menganggap tempat ini merupakan rumah kedua beliau.

“Terimakasih (dalam bahasa Indonesia), Indonesia adalah negara kedua saya, An-nawawi adalah rumah kedua saya,” tutur beliau dengan logat Turkinya disambut tepuk tangan meriah dari para jamaah.

Dalam kunjungan nya yang ke sekian kali ke Pondok Pesantren An-nawawi beliau dijadwalkan akan memberikan khotbah Jumah sekaligus menjadi Imam sholat di Masjid Shidieq Zarkasyi Berjan Purworejo. (P24-Byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.