Pasar Sepi, Ratusan Pedagang Baledono Geruduk DPRD Purworejo
Sebarkan artikel ini
Pedagang Pasar Baledono geruduk DPRD. (31/10/2019)
PURWOREJO, purworejo24.com – Ratusan pedagang Pasar Baledono Purworejo, Jawa Tengah mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purworejo. Mereka datang ke Kantor Dewan untuk menyampaikan beberapa tuntutan terkait sepinya Pasar Baledono.
Dipimpin oleh Ketua Paguyuban Pedagang Pasar (Papas) Edy Sugiarto, ratusan pedagang Pasar Baledono ini diterima oleh Wakil Ketua DPRD, Kelik Susilo Ardani dan Fran Suharmaji, serta sejumlah anggota DPRD, Kamis (31/10/2019) siang. Sedangkan dari pihak eksekutif hadir Plt Kepala Dinas Perhubungan, Bambang Gatot Seno Aji dan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo.
“Ini merupakan audiensi yang kesekian kalinya ke DPRD. Kami mohon agar wakil-wakil rakyat ini serius membela nasib para pedagang Pasar Baledono karena kondisinya sangat memperihatinkan,” kata Edy yang akrab dipanggil Gatot ini.
Pedagang Pasar Baledono saat menunggu proses audiensi dengan anggota DPRD. (31/10/2019)
Wahyu Pribadi, salah satu pedagang pasar mengusulkan beberapa hal terkait pasar baledono ini. Ia menagih janji pemerintah dan pihak terkait yang dulu pernah berjanji untuk menjadikan jalan Pramuka dan jalan Kemuning untuk parkir, namun nyatanya janji tersebut belum terealisasi sampai sekarang.
“Dulu kita juga pernah ada forum seperti ini, saksi sejarahnya juga ada, bahwa janjinya dulu Jalan Pramuka dan Kemuning untuk parkir tapi sampai sekarang belum terealisasi. Saya menambahkan expo dipindahkan ke pasar juga bisa, tidak harus selalu di tengah kota,” ucapnya disambut sorak sorai dan tepuk tangan pendemo.
Dialog antara pedagang pasar dan anggota DPRD yang diwakili oleh wakil ketua dan beberapa anggota dewan karena pimpinan dewan yaitu Dion Agasi Setyabudi masih melaksanakan rapat bersama Forkopimda.
Budi Sunaryo, Wakil Ketua Komisi A DPRD Purworejo mengungkapkan, beberapa aspirasi para pedagang yang sudah disampaikan dalam aksi tersebut nantinya akan disikapi dan dikawal oleh DPRD.
“Aspirasi yang disampaikan para pedagang tadi antara lain sepinya Pasar Baledono, area parkir yang tidak memenuhi syarat, angkutan Kopada wajib melewati Pasar Baledono, Car Free Day agar jangan terlalu siang tutupnya, Expo atau event-event besar hendaknya ditempatkan di Pasar Baledono, serta para PKL yang ada di jalan Kemuning” ucapnya kepada purworejo24.com usai acara dengar pendapat dengan para pedagang.
Sementara itu, Bambang Gatot Setya Aji, Plt Kadinhub Purworejo mengungkapkan bahwa untuk para PKL yang ada di jalan Kemunimg sudah diberi peringatan dari Dinas sehingga nantinya ke depan akan segera ditindak untuk PKL yang masih berada di trotoar jalan.
“Peringatan sudah tiga kali dan upaya selanjutnya adalah penindakan, tapi kan kita juga cari lokasi solusinya daripada nanti ada masalah dibelakang, untuk upaya dari pemerintah terkait angkot ini sebenarnya sudah 2 minggu yang lalu angkot kita lewatkan pasar Baledono,” ucapnya.
Proses audiensi pedagang pasar Baledono dengan anggota DPRD dan Pemkab Purworejo. (31/10/2019)
Pihaknya mengaku ada kendala terkait pemindahan alur lalu lintas ini dari yang semula lewat depan Toko Laris dan dipindah ke depan Pasar Baledono. Setelah diberlakukan sejak 2 minggu yang lalu masih ada saja angkot yang tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan.
“Dalam prakteknya masih tetap ada saja angkot yang tidak melewati pasar, sulitnya itu merubah perilaku ya, kemarin sempat juga kami tindak yang parkir di Perempatan Kembang, bentuk penindakannya kami tilang. Ada sekitar 14 angkot yang kami tilang,” ucapnya. (P24-Byu)