PURWOREJO, purworejo24.com – Sekitar 1.300 an siswa-siswi kelas 1 Sekolah Dasar (SD), se-Kecamatan Purworejo mendapatkan suntikan vaksin imunisasi campak serentak. Ribuan siswa itu diantar oleh guru dan didampingi oleh orang tua siswa guna mendapatkan imunisasi campak secara gratis.
Pemberian imunisasi serentak yang dikemas dalam acara Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Campak dalam rangka pemantapan program BIAS Tahun 2019 itu dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (10/9/2019). Acara ini dilakukan dengan harapan meningkatnya cakupan imunisasi BIAS Campak di Kabupaten Purworejo pada tahun 2019 ini.

Kasi P3KLB (Pencegahan Penyakit dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa) Dinas Kesehatan Purworejo, Ernaningsih SSiT Mkes, saat ditemui purworejo24.com di sela kegiatan menyatakan di Kabupaten Purworejo cakupan BIAS Campak berturut-turut dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 berkisar 98,4 persen. Namun di wilayah Kecamatan Purworejo masih di bawah target yaitu 94,4 persen.
“Angka ini masih di bawah target Nasional 98 persen, untuk meningkatkan cakupan bias itu, maka Dinkes bekerjasama dengan Yayasan Ronald Mc Donald House Charities (RMHC) Jakarta, mengelar Event BIAS Campak dalam rangka pemantapan program BIAS Tahun 2019,” ungkap Ernaningsih.
Kegiatan itu, lanjutnya, juga digelar dalam rangka upaya untuk mencegah terjadinya suatu penyakit melalui imunisasi. Dimana menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, imunisasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit menular.
“Cakupan imunisasi harus dipertahankan tinggi dan merata di seluruh wilayah. Hal ini untuk menghindari terjadinya daerah kantong yang akan mempermudah terjadinya kejadian luar biasa (KLB). Dan dengan BIAS Campak yang sudah dilakukan Purworejo, berstatus Zero Penyakit Campak di tahun 2018 dan 2019,” ujarnya.
Dikatakan, untuk Jawa Tengah ada dua kabupaten yang mendapatkan vaksin gratis dari pemerintah, yaitu Purworejo dan Kabupaten Boyolali. Vaksin imunisasi campak akan diberikan ke seluruh siswa kelas 1 SD se kabupaten Purworejo, dan dilakukan selama bulan September ini.
“Dinas akan melakukan sweeping ke seluruh sekolah dasar yang ada dan memberikan vaksin imunisasi campak kepada seluruh siswa kelas 1 sekolah dasar, dengan cara mendatangi seluruh sekolah yang ada,” tambah Kepala Dinas Kesehatan Purworejo, dr. Sudarmi.
Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo, Hj Yuli Hatuti dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Purworejo, termasuk dalam daerah yang telah berhasil mewujudkan zero penderita campak.
“Cacar merupakan penyakit pertama dan satu satunya penyakit yang telah berhasil dibasmi dari dunia. Sukses tersebut merupakan kerja sama antar negara, orang-orang dan lembaga lintas politik yang benar-benar berdedikasi tinggi selama hampir 20 tahun,” katanya.
Menurutnya, Measles (campak), merupakan penyakit yang sangat mudah menular disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh batuk dan bersin. Sesuai data tahun 2000, lebih dari 562 ribu anak pertahun meninggal dunia karena komplikasi penyakit campak.
“Dengan pemberian imunisasi campak dan berbagai upaya yang dikakukan, maka pada tahun 2014 kematian akibat campak menurun menjadi 115 ribu pertahun. Sehingga komitmen untuk mencapai eliminasi campak pada tahun 2020 dapat terwujud,” harapnya.
Dalam Event BIAS Campak dalam rangka pemantapan program BIAS Tahun 2019, Dinkes tidak hanya memberikan vaksin imunisasi campak secara gratis, namun juga diisi dengan pemberian donasi buku, penyerahan piagam, dan pemberian penghargaan capaian BIAS 100 persen tahun 2018 kepada SD 1 Pangenjurutengah, SD Kepatihan, SD Brengekelan, MI Az Zahro, SD Tambakrejo, SD Kedungsari, dan SD Kristen Penabur. (p24-Drt)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









