Lingkungan HidupPemerintahanPertanianSeni BudayaWisata

Reresik Sumur Pitu, Menjaga Kelestarian Sumber Mata Air dengan Pendekatan Budaya

578
×

Reresik Sumur Pitu, Menjaga Kelestarian Sumber Mata Air dengan Pendekatan Budaya

Sebarkan artikel ini
Kirab budaya reresik Sumur Pitu. (28/9/2019)
Kirab budaya reresik Sumur Pitu. (28/9/2019)

PURWOREJO, purworejo24.com – Warga Kelurahan Cangkrep Kidul Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo menggelar “Reresik Sumur Pitu”. Acara bertema lingkungan hidup dengan pendekatan budaya ini pun menyedot perhatian masyarakat banyak

Rangkaian acara Reresik Sumur Pitu diawali dengan kerja bakti warga membersihkan lingkungan sekitar tujuh sumber air yang ada di Kelurahan Cangkrep Kidul atau dikenal sebagai Sumur Pitu pada Selasa (17/9/2019). Dilanjutkan acara puncak berupa Kirab Budaya Reresik Sumur Pitu dan Jamasan yang dilaksanakan Sabtu (28/9/2019).

“Acara ini sudah dua kali dilakukan, dimulai sejak tahun kemarin dan ini merupakan wujud syukur masyarakat. Dengan pengurasan, pengambilan air suci dari sumur ini diharapkan bisa membersihan Kelurahan Cangkrep Kidul khususnya dan Purworejo pada umumnya” ungkap Kadinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo, Agung Wibowo yang turut hadir dalam acara tersebut.

Pengambilan air suci dari Sumur Pitu.
Pengambilan air suci dari Sumur Pitu.

Acara ini sendiri diselenggarakan oleh Karang Taruna Patria Gama Kelurahan Cangkrep Kidul secara swadaya. Mereka ingin mengajak semua masyarakat Kelurahan Cangkrep Kidul untuk melestarikan Sumur Pitu.

“Dengan cuaca kemarau seperti ini kemanfaatan air luar biasa. Kemudian dengan pemikiran itu, Cangkrep Kidul mempunyai 7 mata air yang kami angkat sebagai kegiatan budaya dengan tujuan agar masyarakat sadar dan tahu bahwa Sumur Pitu yang ada, tidak hanya dilihat keberadaan sumurnya saja tetapi juga airnya untuk kemanfaatan dalam kegiatan pertanian maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dengan acara ini kami ingin mengajak semua masyarakat untuk melestarikan keberadaan Sumur PItu,” ucap Teguh Suyono, Ketua Karang Taruna Patria Gama Kelurahan Cangkrep Kidul kepada purworejo24.com.

Pengunjung berebut Gunungan Buah.
Pengunjung berebut Gunungan Buah.

Pelaksanaan kirab budaya ini diawali dengan penampilan teatrikal anak-anak di dekat lapangan Sikemplong yang kemudian dilanjut dengan doa dan kemudian peserta kirab berjalan menuju Sumur Pitu yang menempuh jarak sekitar 1 kilometer. Di sepanjang jalan, ribuan warga pun menyaksikan kirab budaya ini.

Paling depan peserta kirab yakni Cucuk Lampah, diikuti di belakangnya Bagus Roro Purworejo, Lurah, Hapsara Hapsari, Kembang Kencur, Gunungan Buah, kelompok kesenian kuda kepang, kelompok pencak silat serta pengombyong yang terdiri dari para tokoh masyarakat, perwakilan masing-masing RT dan RW, serta dari sekolah-sekolah yang ada di Kelurahan Cangkrepkidul.

Sesampai di lokasi Sumur Pitu, berbagai ritual pun dilakukan diantaranya pengambilan air suci Sumur Pitu, dan Penjamasan Barong dan Kuda Kepang oleh kelompok Kuda Kepang Pandansari.

Saat Gunungan Buah diperebutkan, pengunjung yang sudah menunggu pun segera berebut mengambil buah-buahan dan sayuran hasil bumi. Mereka percaya akan mendapat berkah dan rejeki yang melimpah dengan ikut berebut gunungan tersebut.

Jamasan. peserta kirab membasuh muka dengan air suci yang diambil dari Sumur Pitu.
Jamasan. peserta kirab membasuh muka dengan air suci yang diambil dari Sumur Pitu.

Usai perebutan gunungan, air suci yang sudah dibawa dengan kendi inipun di kirab lagi menuju Halaman Kantor Kepala Desa Cangkrep Kidul untuk dilakukan jamasan. Jamasan kali ini adalah semua peserta kirab membasuh mukanya dengan air suci yang diambil dari Sumur Pitu.

Acara pun dilanjutkan dengan Kenduri Agung yang diikuti peserta kirab dan masyarakat. Selanjutnya masyarakat dihibur dengan pertunjukan kuda kepang pada malam hari. (P24-Byu/Nuh)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.