10.980 Siswa SD di Purworejo Akan Diimunisasi Campak
Sebarkan artikel ini
Bulan Imunisasi akan dilaksanakan mulai bulan September.
PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah akan menggelar kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) cacar untuk mengantisipasi berbagai penyakit menular di kalangan anak-anak. Imunisasi cacar itu akan diberikan kepada seluruh siswa kelas 1 seluruh SD dan MI se kabupaten Purworejo dengan jumlah 10.980 siswa.
Pelaksanaan BIAS dilakukan pada bulan September dan November. Bulan Imunisasi ini secara rutin dilaksanakan setiap tahun untuk mengantisipasi penyebaran berbagai penyakit khususnya pada anak-anak.
“Adapun untuk bulan september diberikan imunisasi campak untuk kelas 1 dan bulan November diberikan DT (Defteri Tetanus) dan TT (Tetanus Toksoid) bagi kelas 5,” kata Kepala Dinas Kesehatan Purworejo, dr Sudarmi MM, saat ditemui purworejo24.com dikantornya, pada Senin (26/8/2019).
Siswa berfoto usai diimunisasi.
Menurut dia, BIAS yang selama ini rutin diadakan setiap tahun ternyata banyak manfaatnya di antaranya memberi kekebalan kepada seseorang terhadap penyakit.
“Banyak penyakit menular yang dapat ditanggulangi dengan cara diimunisasi, seperti Campak, Tetanus Toksoid (TT) maupun Defteri Tetanus (DT). Kami secara rutin melakukan imunisasi massal dengan gratis,” katanya.
Ia mengatakan kegiatan imunisasi ini juga untuk pencegahan penyakit yang lain di antaranya Hepatitis A, Influensa dan TBC. Kegiatan BIAS sendiri bertujuan untuk mempertahankan pencapaian Eliminasi Tetanus Neonaterum (ETN) dan mempercepat tercapainya reduksi campak, serta untuk menghilangkan dan mencegah akumulasi kelompok rentan, dan sebagai ’booster’ atau dosis kedua untuk mendapatkan masa perlindungan yang lebih lama terhadap penyakit campak.
“Besok tanggal 10 September akan dilaksanakan imunisasi massal atau dikosentrasikan di Pendopo Agung Purworejo, dengan mengimunisasikan kepada 1.200 siswa SD di Kecamatan Purworejo, yang difasilitasi dan didanai oleh Yayasan Ronald MC Donald House Charities dari Jakarta. Dan untuk Jawa Tengah hanya dua kabupaten yang terfasilitasi ini, yaitu Purworejo dan Boyolali,” jelasnya.
Diungkapkan, Dinas Kesehatan Purworejo serius untuk mengantisipasi berbagai penyakit menular di kalangan anak-anak. Pihaknya telah melakukan kampanye campak dan rubella sejak tahun 2017 lalu. Terbukti dengan kampanye itu dampak Rubella turun drastis pada tahun 2019 ini.
“Pada tahun 2017, dari 37 sampel yang dilakukan terdapat 4 positif Campak dan 20 positif Rubella. Tahun 2018 dari 16 sampel yang dilakukan terdapat 3 positif Rubela, dan tahun 2019 ini dari 50 sampel yang dilakukan hanya terdapat 1 positif Rrubela. Artinya setelah ada kampanye Campak dan Rubella dari tahun 2017, dampak kasus Campak dan Rubela menurun hingga tahun 2019 ini,” ungkapnya.
Khusus untuk imunisasi vaksin Rubella, dinkes telah mengantisipasi dengan memberikan imunisasi itu kepada anak usia 9 tahun melalui puskesmas yang ada.
“Semua imunisasi itu gratis, hanya membayar retribusi saja untuk di Puskesmas. Di Posyandu juga ada dan melayani,” pungkasnya.(P24-Drt)