Pemerintahan

Terbanyak se-Jawa Tengah, Purworejo Telah Canangkan 54 Kampung KB

277
×

Terbanyak se-Jawa Tengah, Purworejo Telah Canangkan 54 Kampung KB

Sebarkan artikel ini
Penyerahan hadiah dalam peringatan Harganas dan HAN 2019 Kabupaten Purworejo

BANYUURIP, purworejo24.com – Kabupaten Purworejo hingga tahun 2019 telah berhasil mencanangkan sebanyak 54 kampung KB. Namun dari jumlah desa itu belum bisa menjadi desa percontohan, masih kalah dengan kabupaten Cilacap yang telah berhasil terpilih sebagai desa percontohan kampung KB tingkat Nasional. Perlu adanya pembinaan lebih lanjut agar Kabupaten Purworejo bisa seperti Kabupaten Cilacap.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Wagino, SH, M.Si, dalam acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Purworejo yang dibarengkan dengan kegiatan Bupati Tilik Desa yang dipusatkan di pendopo kantor Desa Banyuurip, Senin (22/7/2019) malam.

Dikatakan Wagino, meski belum menjadi desa percontohan, Kabupaten Purworejo menjadi wilayah terbanyak se-Jawa Tengah dalam pencanangan kampung KB.

“Kabupaten Purworejo memiliki 37 kampung KB yang telah lengkap secara online, dan menjadi rangking tertinggi dengan jumlah 26 kampung KB, 10 belum lengkap dan 7 kampung KB yang masih kosong,” sebutnya.

Dirinya mengaku merasa bangga Jawa Tengah mampu menjadi pemenang dalam kancah nasional dan meminta seluruh kader untuk terus berupaya menjaga dan membina kampung KB yang telah dicanangkan.

“Kalau sudah dicanangkan ya harus dibina jangan ditinggalkan,” katanya.

Menurutnya, dalam momentum peringatan Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada setiap 29 juli, sangat penting bagi masyarakat untuk memahami pentingnya kampung KB.

“Keluarga Berencana merupakan program utama yaitu yang memfokuskan pada Kependudukan Keluarga Berencana Pembanguan Keluarga (KKBPK).  Adapun tujuan dibentuknya Kampung KB ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas,” jelasnya.

Bupati Purworejo, Agus Bastian dalam sambutanya mengatakan, anak, keluarga dan desa merupakan tiga komponen yang sangat erat keterkaitannya. Anak yang dididik dan dibesarkan dalam keluarga yang baik, akan tumbuh menjadi anak yang nantinya akan mampu membangun kualitas dirinya, sehingga dapat berkontribusi dalam pembangunan termasuk pembangunan desa.

“Kita menyadari desa merupakan ujung tombak pembangunan daerah, dimana apabila desa-desanya maju maka akan maju pula daerah tersebut, demikian pula sebaliknya,” katanya.

Selain menggelar sarasehan tentang pengembangan kawasan desa berbasis wisata religi, peringatan Harganas dan HAN juga diisi dengan penampilan mocopat, drama asal usul desa Banyuurip oleh karang taruna Tunas Jaya Desa Banyuurip, pengukuhan tim koordinasi pengembangan kampung KB, juga penyerahan hadiah penghargaan berbagai lomba dalam rangka peringatan Harganas dan HAN Kabupaten Purworejo serta bantuan Baznas kepada kaum dhuafa di Desa Banyuurip.(P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.