Ekonomi

Tak Tergerus Zaman, Bata Merah Jadi Andalan Warga Winonglor

556
×

Tak Tergerus Zaman, Bata Merah Jadi Andalan Warga Winonglor

Sebarkan artikel ini

GEBANG, Purworejo24.com – Hingga kini pembuatan batu bata merah tetap menjadi usaha yang menguntungkan bagi warga Desa Winonglor Kecamatan Gebang, Purworejo Jawa Tengah. Walaupun saat ini banyak bahan bangunan yang mempunyai fungsi sama, seperti batako dan bata ringan, permintaan terhadap batu bata merah masih cukup tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh Jumono (47) salah satu pelaku usaha pembuatan batu bata merah di Desa Winonglor, Kecamatan Gebang, Purworejo Jawa Tengah saat ditemui Purworejo24.com, Jumat (26/7/2019).

“Untuk permintaan pasar tinggi mas, kami juga kuwalahan memenuhi pesanan”, ucapnya.

Sekali produksi Jumono minimal dapat menghasilkan  14.000 batu bata merah. Waktu yang dibutuhkan dalam satu kali produksi 5-6 hari tergantung cuaca yang ada pada saat produksi. Bila cuaca cerah produksi batu bata merah bisa mencapai 16.000 batu bata.

Perajin batu bata di Desa Winong Lor, Purworejo.
Perajin batu bata di Desa Winong Lor, Purworejo.

Jumono menjelaskan dalam satu kali produksi bahan baku pembuatan batu bata merah menghabiskan modal Rp1.550.000 dengan rincian pembelian kayu bakar Rp900 ribu, merang (kulit padi) Rp250 ribu, serta konsumsi kerja Rp400 ribu. Sedangkan harga jual batu bata merah mencapai 550 ribu per 1000 bata.

Jumono sudah puluhan tahun menekuni usaha batu bata merah yang dulunya usaha milik orang tua yang sejak tahun 80-an diwariskan kepadanya. Tak hanya Jumono, ada ratusan warga sekitar yang menekuni usaha yang sama.

“Tidak hanya saya mas disini ada ratusan orang yang seperti saya ini (produksi batu bata). Alhamdulillah saat ini saya di bantu oleh 3 orang untuk melakukan produksi ini setiap hari nya ” tandasnya. (P24-Byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.