PURWOREJO, purworejo24.com – Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Dalam ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PERPAMSI Jawa Tengah, perusahaan daerah ini berhasil masuk dalam jajaran 10 besar PDAM dengan tingkat kesehatan dan kinerja terbaik.
Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Mercure Solo pada Jumat–Sabtu, 10–11 April 2026 kemarin.
Penilaian didasarkan pada hasil Evaluasi Kinerja oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta untuk tahun buku 2024.
Dalam kategori tingkat kesehatan, Perumda Air Minum Tirta Perwitasari meraih nilai 3,81 dengan predikat “Sehat”, menempati peringkat ke-10 dari total 35 PDAM se-Jawa Tengah.
Sementara itu, pada aspek kinerja, perusahaan ini mencatat nilai 69,20 dengan kategori “Baik”, sehingga berhasil menduduki peringkat ke-9.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo, ST, MSi, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara komprehensif oleh BPKP melalui dua indikator utama, yakni tingkat kesehatan dan tingkat kinerja.
Menurutnya, terdapat perbedaan kriteria dalam kedua penilaian tersebut.
“Tingkat kesehatan PDAM dibagi menjadi tiga kategori, yaitu sehat, kurang sehat, dan sakit. Alhamdulillah, PDAM Purworejo masuk dalam kategori sehat dan berada di peringkat 10 besar. Sedangkan dari sisi kinerja, kita berada di posisi 9 besar dari 35 PDAM di Jawa Tengah,” ungkapnya, saat ditemui dikantornya, pada Senin (12/4/2026).
Ia menambahkan, penilaian kesehatan mengacu pada ketentuan Kementerian Pekerjaan Umum yang mencakup empat aspek utama, yaitu keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia (SDM).
Sementara itu, penilaian kinerja merujuk pada Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999 yang meliputi aspek keuangan, operasional, dan administrasi.
Lebih lanjut, Hermawan menjelaskan bahwa dalam penilaian kinerja terdapat bobot berbeda pada masing-masing aspek, yakni keuangan sebesar 35 persen, operasional 25 persen, pelayanan 25 persen, dan SDM sebesar 15 persen.
Akumulasi dari seluruh nilai tersebut kemudian menentukan peringkat akhir masing-masing PDAM.
“Dengan capaian ini, kami justru merasa memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Profesionalisme harus terus kami perbaiki, agar mampu memberikan layanan air bersih yang optimal bagi seluruh warga Kabupaten Purworejo,” tegasnya.
Hermawan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo atas dukungan yang selama ini diberikan.
Ia menyebut peran Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), serta dukungan dari Sekretaris Daerah, DPRD, dan seluruh perangkat daerah terkait sangat penting dalam mendorong kemajuan PDAM.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam pengembangan layanan, khususnya dalam perluasan jaringan distribusi air bersih.
Ia mencontohkan perlunya kolaborasi dengan Bappeda dan Dinas PUPR dalam mendukung pengembangan wilayah layanan.
“Pengembangan wilayah tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada dukungan dari pemerintah daerah, termasuk dalam hal penyertaan modal. Tanpa itu, akan sulit bagi kami untuk memperluas jangkauan layanan dan bersaing dengan PDAM besar di Jawa Tengah,” jelasnya.
Saat ini, PDAM Tirta Perwitasari memiliki sekitar 120 karyawan, terdiri dari sekitar 80 pegawai tetap dan 40 pegawai kontrak.
Hermawan menegaskan bahwa pihaknya tetap menjaga rasio ideal jumlah karyawan guna memastikan efektivitas dan produktivitas perusahaan.
Ia juga menyinggung tantangan persaingan dengan PDAM besar di wilayah lain seperti Solo, Semarang, dan Cilacap, yang memiliki dukungan penyertaan modal lebih besar dari pemerintah daerah masing-masing.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis mampu meningkatkan peringkat di masa mendatang.
“Dengan dukungan penyertaan modal, kami optimistis bisa naik ke peringkat 7 atau bahkan 6 besar. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja,” ujarnya.
Selain itu, Hermawan menilai adanya program bantuan pemerintah pusat, seperti Instruksi Presiden (Inpres) yang memberikan tambahan sekitar 5.500 sambungan pelanggan, turut berkontribusi dalam peningkatan rasio pelayanan.
Mengakhiri pernyataannya, ia mengajak seluruh jajaran karyawan untuk menjadikan capaian ini sebagai pemacu semangat dalam bekerja lebih profesional dan inovatif.
“Sebagai badan usaha milik daerah, kita tidak boleh minder, tidak boleh menyerah, dan tidak boleh pasrah. Justru dengan segala keterbatasan, kita harus semakin terpacu untuk menghadirkan terobosan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








