PURWOREJO, purworejo24.com – Akibat pasokan terbatas, harga cabe di Purworejo Jawa Tengah melejit hingga 4 kali lipat dibanding harga normal. Para pembeli pun mengeluhkan tingginya harga cabe tersebut.
Kenaikan harga cabe ini menurut sejumlah pedagang di pasar tradisional Kongsi di Purworejo Jawa Tengah terjadi sejak satu bulan terakhir. Kenaikan harga berlangsung bertahap Rp500 hingga Rp2 ribu perkilogram perharinya. Hingga kini harga cabe mencapai 4 kali lipat dari harga pada bulan lalu.

Kenaikan harga tertinggi terdapat pada cabe rawit. Harga cabe rawit pada pasca lebaran lalu berkisar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, kini mencapai Rp60 ribu hingga Rp80 ribu perkilogram. Demikian juga harga cabe merah keriting yang mencapai kisaran Rp60 ribu per kilogram dari semula berkisar Rp15 ribu atau Rp17.500.
“Harga saat ini yang cabe rawit 70ribu-80 ribu. Sebelumnya 20 ribu, 17,500. Sekarang naik 4 kali.” ujar Siti Aminah(50), salah satu pedagang di Pasar Kongsi Purworejo saat ditemui purworejo24.com Sabtu(20/7/2019).
Siti mengakui kenaikan harga cabe sejak sebulan terakhir. Namun kenaikan paling terasa pada seminggu terakhir. Menurut Siti, kenaikan harga disebabkan pasokan dari petani cabe yang terbatas.
“Penyebabnya banyak tanaman cabe kering, kurang air, dan gagal panen. Besok masih bisa naik, karena kemarau juga masih panjang.” ungkap Siti.
Musim kemarau panjang menyebabkan banyak petani yang kesulitan mendapatkan air sehingga banyak tanaman cabe yang mati. Selain itu di beberapa derah banyak petani cabe yang mengaku kewalahan mendapat serangan hama.

Sariyem(51), salah satu pembeli cabe mengaku terbebani dengan harga cabe yang mahal. Bagi Sariyem, membeli cabe merupakan kebutuhan setiap hari bagi pedagang gorengan seperti dirinya. Gorengan yang dijualnya tidak komplit tanpa cabe lalap.
Akibat kenaikan harga cabe yang mencapai empat kali lipat, Sariyem pun mengurangi pembelian cabe. Jika biasanya dia membeli cabe satu kilogram per hari dengan harga Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, kini dengan uang Rp20 ribu ia hanya mendapat cabe lalap sebanyak sepertiga kilogram atau kurang dari 3,5 ons saja. Sariyem berharap harga cabe kembali normal seperti semula.
“Biasanya beli satu kilo dengan harga 15 sampai 20 ribu. Ini cuma beli 20 ribu. Dapat sepertiga kilo. Harapannya bisa turun, sperti harga semula”, pungkasnya. (P24-Nuh)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








