JAKARTA, purworejo24.com – Pemkab Purworejo, Jawa Tengah terus mendorong para investor agar berminat menanamkan modalnya di Purworejo. Untuk itu, segala perizinan bagi para investor akan dipermudah.
“Kita akan memberikan kemudahan perizinan dan dukungan bagi para investor di Purworejo. Semua perizinan itu ada di satu tempat dan hanya melewati satu pintu. Jika perlu izin malah saya tunggu mulai sekarang. Tidak ada uang semir (pelicin). Jika ada uang semir maka akan saya kembalikan 10 kali lipat. Ini semua dalam rangka kemudahan pelayanan yang baik terhadap investor,” kata Bupati Purworejo, Agus Bastian saat menghadiri acara Forum Pembangunan dan Investasi Purworejo, di aula kantor Kementerian PANRB, pada sabtu (27/7/2019).
Forum yang dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Bupati Purworejo itu dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan bertajuk Purworejo Fair 2019 yang diselenggarakan oleh sejumlah tokoh asal Purworejo yang tergabung dalam Diaspora Purworejo bekerja sama dengan Pemkab Purworejo.

Setelah pemaparan terkait potensi Kabupaten Purworejo, acara dilanjutkan dengan talk show. Adapun selaku pembicara adalah Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur dan Direktur Utama PT Angkasa Pura. Tak hanya disuguhi tarian Dolalak asli Purworejo, forum itu juga diisi dengan pameran sejumlah kuliner khas Purworejo serta sejumlah potensi lain.
Perkembangan dinamika skala nasional dan regional di wilayah Jawa Tengah bagian selatan membuat wilayah Purworejo secara khusus memiliki daya tarik tersendiri. Hal ini terkait adanya program strategis meliputi pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA), pengembangan Kawasan Otoritatif Borobudur, pembangunan Bendungan Bener dan pengembangan program Bedah Menoreh.
“Oleh karena itu, Pemkab Purworejo telah melakukan langkah strategis untuk menangkap peluang tersebut secara terpadu dan komprehensif. Antara lain mereview rencana tata ruang wilayah (RTRW) kawasan selatan-selatan sebagai wilayah industri, serta menggali dan mengembangkan potensi pariwisata melalui new branding Romansa Purworejo atau Tahun Kunjungan Wisata Purworejo 2020,” imbuhnya.
Untuk mewujudkan Romansa Purworejo 2020, Pemerintah Kabupaten Purworejo telah melakukan berbagai persiapan dengan beberapa pembangunan kawasan prioritas, yakni kawasan perkotaan Purworejo-Kutoarjo, kawasan pesisir dan border city, serta kawasan strategis pariwisata. Pembangunan infrastruktur ekonomi kawasan lain juga akan segera dilaksanakan.

“Kami berharap, potensi yang dimiliki Purworejo mampu menarik investor untuk menanamkan modalnya di Purworejo, sehingga Purworejo menjadi daerah yang maju sesuai harapan,” lanjutnya.
Sementara itu, Panitia Purworejo Fair 2019, Dwi Wahyu Atmaji mengapresiasi keinginan bupati dalam upaya menarik investor di Purworejo.
“Saya harapkan masyarakat luas bisa memahami potensi besar yang ada di Purworejo dan diharapkan mereka bisa tertarik dan mulai menginvestasikan di Purworejo,” harapnya. (P24-Drt)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








