Pendidikan

Perpanjangan PPDB, SMPN 39 Hanya Mendapat Tambahan 1 Siswa  

630
×

Perpanjangan PPDB, SMPN 39 Hanya Mendapat Tambahan 1 Siswa  

Sebarkan artikel ini
SMPN 39 Purworejo

Kebijakan penambahan waktu pendaftaran PPDB SMP selama satu hari, tidak berdampak banyak pada sejumlah sekolah negeri. Diantaranya adalah SMPN 39 Purworejo yang hanya mendapat 36 siswa dari kapasitas ideal sekitar 96 siswa untuk 3 ruang kelas 1 yang disediakan.

Hingga penutupan PPDB atau penerimaan peserta didik baru di SMP Negeri 39 Purworejo Jawa Tengah pada jumat (21/06/2019) siang, jumlah pendaftar yang masuk hanya berjumlah 36 siswa. SMPN 39 merupakan satu dari 11 sekolah yang mendapat tambahan waktu pendaftaran selama satu hari karena jumlah siswa pendaftar yang kurang memenuhi dari kuota yang ada. Pada penutupan hari kamis (20/06/2019) SMPN 39 Purworejo hanya mendapt 35 siswa. Dan setelah tambahan waktu sehari, ada satu pendaftaran tambahan sejumlah 1  siswa.

“Prediksi kita sebelumnya dari 6 SD di sekitar sekolah ada 50-60 siswa. Kalau kurang ya seadanya. Jumlah pendafatar yang msuk kita terima semua untuk mengisi semua”, ungkap Upik Aryono, Panitia PPDB SMPN 39 Purworejo.

Suasana SMPN 39 Purworejo
Suasana SMPN 39 Purworejo

Upik aryono mengakui adanya aturan zonasi tidak terlalu berpengaruh pada SMPN 39. Aturan zonasi tidak secara signifikan menambah jumlah pendaftar di SMPN 39 Purworejo yang ebrloksi di Desa Sudorogo Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Menurut Upik, dari tahun ke tahun jumlah siswa yang mendaftar di sekolah ini cenderung menurun.

Sejak didirikan tahun 2005 lalu, dari kapasitas ideal sebanyak 96 siswa untuk 3 ruang kelas 1, jumlah pendaftar di SMPN 39 tertinggi sejumlah 99 siswa pada tahun 2009. Setelah itu jumlah pendaftar turun drastic. Pada tahun 2017 mencapai 64 siswa dan tahun 2018 sebanyak 45 siswa//

Pihak sekolah sendiri mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah pendaftar. Diantaranya dengan melakukan jemput bola datang ke sd-sd di desa sekitar untuk melakukan sosialisasi PPDB .

“Untuk menarik minat dari calon peserta didik SMPN 39 sudah berupaya sosialisasi ke SD-SD disekitar SMPN 39 diantara ada 6 hingga 8 SD”, tambah Upik.

Diakui Upik, jumlah siswa SD-SD di desa-desa sekitar memang cenderung turun setiap tahun. Selain itu, lokasi SMPN 39 purworjeo yang terpencil dan berada di pegunungan menyebabkan sedikit minat siswa untuk bersekolah di sini. Fasilitas sekolah juga minim. Salah satunya adalah fasilitas sinyal internet yang tidak ada. Kondisi geografis menyebabkan sinyal internet sulit diterima di sekolah ini.

Banyak siswa yang tinggal di sekitar sekolah ini yang memilih untuk bersekolah di Kota Purworejo atau bahkan bersekolah di Yogyakarta yang hanya berjarak kurang dari 10 kilometer dari lokasi SMPN 39 Purworejo.

Akibat jumlah siswa yang rendah,  alokasi dana bos yang diterima sekolah ini pun rendah. Berbagai fasilitas sekolah berupa infrastruktur maupun kegiatan pendidikan pun menjadi minim. Bahkan beberapa ektra kulikuler yang menjadi minat siswa terpaksa dihentikan karena tidak adanya dana operasional. Pengelola sekolah juga kesulitan dalam melakukan perawatan maupun perbaikan bangunan sekolah. (P24-nuh)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.