PURWOREJO, purworejo.24.com– Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Pendidikan Politik bagi Kaum Perempuan di Pendopo Kecamatan Purworejo, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini diikuti puluhan ibu-ibu perwakilan TP PKK se-Kecamatan Purworejo dan menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur legislatif, penyelenggara pemilu, hingga insan pers.
Acara tersebut dihadiri Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, SH, unsur Muspika Kecamatan Purworejo, serta Kepala Kesbangpol Kabupaten Purworejo Puguh Trihatmoko.
Kepala Kesbangpol Purworejo, Puguh Trihatmoko, menegaskan bahwa pendidikan politik bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, sangat penting untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi dalam kehidupan demokrasi.
Menurutnya, politik tidak hanya berkaitan dengan pemilihan umum, tetapi juga menyangkut keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan di berbagai tingkatan pemerintahan.
“Pendidikan politik ini penting agar ibu-ibu PKK di desa benar-benar memiliki pemahaman dan dapat berperan aktif dalam pesta demokrasi maupun dalam proses kebijakan di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten,” ujarnya.
Ia mengatakan, perempuan memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial masyarakat. Hal itu terlihat dari peran perempuan yang dominan dalam organisasi kemasyarakatan, termasuk PKK.
“Kalau di tingkat desa mungkin belum ada kepala desa perempuan di Kecamatan Purworejo, tetapi saya yakin tidak ada ketua PKK yang laki-laki. Artinya perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan masyarakat,” katanya.
Puguh berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan politik masyarakat sehingga partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah semakin kuat dan berkualitas.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi secara panel dari empat narasumber, yakni anggota Komisi I DPRD Purworejo Budi Sunaryo dan Danan Purnomo, Ketua KPU Purworejo Jarot Sarwo Sambodo, serta perwakilan Pewarta Purworejo, Widarto.
Sementara itu, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan politik tidak hanya berbicara mengenai pemilu atau pilihan politik semata, melainkan juga tentang bagaimana masyarakat menyikapi perbedaan secara dewasa serta menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.
“Demokrasi yang baik harus dibangun dengan sikap saling menghormati dan mengutamakan kepentingan bersama,” tutur Bupati.
Ia menilai perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial karena tidak hanya menjadi penggerak keluarga, tetapi juga teladan di lingkungan masyarakat.
Bupati juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah maraknya arus informasi di media sosial.
Menurutnya, masyarakat harus lebih bijak dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk video maupun konten yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Saya berharap ibu-ibu dapat ikut mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta terus menjaga suasana masyarakat yang rukun dan damai demi kemajuan Kabupaten Purworejo,” pesannya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap peran perempuan dalam menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis semakin meningkat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Purworejo Berseri, yakni Purworejo yang berdaya saing, sejahtera, religius, dan inovatif. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







