PURWOREJO, Purworejo24.com – Layanan Pemerintah Desa Sawangan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo terganggu pasca adanya dugaan aksi premanisme oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan warga saat pertemuan audiensi di balai desa setempat belum lama ini.
Pemerintah desa yang merasa trauma dan terindimidasi pun melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Pihak desa melaporkan kejadian tersebut buntut rusaknya fasilitasnya desa saat audiensi yang berakhir ricuh.
Hal itu terungkap saat perwakilan Pemdes Sawangan melakukan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Purworejo (DP3APMD) pada Kamis (17/4/2025).
Kuasa hukum Desa Sawangan Ady Putra Cesario menyebut dugaan tindak pidana anarkisme berupa perusakan fasilitas kantor balai desa terjadi dalam pertemuan audiensi kelima pada 5 Maret 2025.
Saat itu, sekitar 20 orang yang mengatasnamakan warga menggelar audiensi dengan pemerintah desa di Balai Desa Sawangan yang dihadiri Forkopimcam Pituruh.
“Akibat kejadian tersebut kepala desa dan perangkat desa trauma, dan sebagian takut untuk ke kantor desa,” kata Ady Putra Cesario ditemui usai audiensi pada Kamis (17/4/2025).
Ady mengatakan, setelah audiensi dengan para pihak terkat seperti dinas DP3APMD, PUPR, dan Dinperkimtan diketahui tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan Pemdes Sawangan. Untuk itu, Ady menyebut, sekelompok warga yang tidak puas dengan Pemdes Sawangan untuk melaporkan jika ada kejanggalan di Desa Sawangan.
“Pemdes Sawangan tidak anti kritik, semua sudah dijelaskan berdasarkan fakta. Tadi dalam audiensi juga terungkap semua progam-progam desa terlaksana,” kata Ady.
Camat Pituruh Hartono mengatakan, pihaknya mengambil tindakan untuk mengamankan Desa Sawangan dengan mengirimkan aparat keamanan. Selain itu, pihaknya juga memantau aktivitas pelayanan di desa.
“Setelah adanya kejadian itu kami mengutus trantib ke desa. Karena itu dalam wilayah kami, kami berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mendampingi Desa Sawangan,” kata Hartono
Senada dengan Ady, Camat Pituruh Hartono mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah yang terjadi di Desa Sawangan. Untuk itu, pihaknya mminta semua pihak untuk menjaga kondusifitas desa agar pelayanan terhadap warga berjalan dengan lancar.
“Kami monitor tidak ada masalah. SPAM misalnya, katanya ada masalah tapi ketika kita tanya ke PUPR masih ada masa pemeliharaan dan sudah clear. RTLH dan dana desa juga seperti itu. Jadi tidak ada masalah,” kata Hartono.
Diketahui sebelumnya, sekelompok warga menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni terkait transparansi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan desa berupa Pamsimas, RTLH, dan Bumdes. Namun, di tengah pertemuan, beberapa orang kurang puas kemudian melakukan orasi di balai desa dan membuat suasana tidak kondusif.
Kemudian beberapa orang melakukan pengrusakan dengan menendang meja kursi dan mengrusaknya sehingga tidak dapat digunakan kembali.
“Pasca kejadian itu, layanan pemerintah desa kepada masyarakat tersendat karena kami para perangkat desa merasa takut dan trauma,” sebut Kepala Desa Sawangan Sugiri.
Tidak berhenti sampai di situ, sekelompok warga juga diduga melakukan upaya intimidasi terhadap Kades dan Ketua TPK. Hal itu pun memicu traumatik dan berakibat terganggunya layanan kepada masyarakat.
“Dari kejadian kemarin, kami berkoordinasi dengan Polres Purworejo, kami sudah melakukan upaya aduan dan pelaporan pada tanggal 15 Maret 2025 dengan dugaan tindak pidana perusakan dan tindak pidana pemerasan,” kata Sugiri.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Purworejo AKP Catur Agus Yudo Praseno saat ditemui dikantornya menjelaskan, Pemdes Sawangan telah melaporkan kejadian pengrusakan fasilitas desa tersebut ke Polres Purworejo.
Selain laporan pengrusakan fasilitas desa, seorang tim pelaksana kegiatan (TPK) warga juga melaporkan dugaan pemerasan oleh sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan warga tersebut.
“Iya betul, ada dua laporan yang masuk ke kami, untuk satu laporan kita kembalikan ke Polsek Pituruh agar penanganannya sinkron,” kata AKP Catur
Kasatreskrim menyebut, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan pengrusakan fasilitas desa tersebut.
“Karena ini baru awal kita masih melakukan penyelidikan kasus ini,” kata Kasatreskrim (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








