Pertanian

Desa Cengkawakrejo, Purworejo Siap Gunakan Dana Desa 20 Persen untuk Program Ketahanan Pangan, Ini Sejumlah Kegiatan yang Akan Dilaksanakan

168
×

Desa Cengkawakrejo, Purworejo Siap Gunakan Dana Desa 20 Persen untuk Program Ketahanan Pangan, Ini Sejumlah Kegiatan yang Akan Dilaksanakan

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Cengkawakrejo, Imlais Wiski Bagasworo
Kepala Desa Cengkawakrejo, Imlais Wiski Bagasworo

BANYUURIP, purworejo24.com – Pemerintah Desa Cengkawakrejo, Kecamatan Banyuurip, Purworejo, Jawa Tengah, menyatakan siap mengalokasikan dan menggunakan 20 persen anggaran Dana Desa untuk ketahanan pangan, sesuai dengan Keputusan Mentri Desa Nomor 3 tahun 2025, tentang panduan penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan dalam mendukung swasembada pangan.

Melalui BUMDes Harapan Jaya Desa Cengkawakrejo, alokasi 20 persen Dana Desa itu rencana akan dipergunakan untuk sejumlah kegiatan yang telah disiapkan.

Terkait dengan ketahanan pangan atau terkait dengan BUMDes, alokasi anggaran Dana Desa Tahun 2025, yang untuk ketahanan pangan sendiri kan itu 20 persen dari nilai DD kita ya yang kita terima nanti sekitar 1 miliar, berarti ada kurang lebih 200 jutaan, sedangkan petunjuk penggunaan Dana Desa tahun 2025 ini kan untuk ketahanan pangan tidak boleh untuk RJIT, Drainase, ataupun JUT dan kegiatan fisik itu akan dianggarkan dari sektor lain. Nah terkait dengan ketahanan pangan ini kami ada beberapa kegiatan yang kita rencanakan namun besok akan kami godok kembali bersama pemerintahan desa, BPD, dan tokoh masyarakat, yaitu salah satunya dengan membuat Teknologi Bioflok, kolam terpal untuk nila kurang lebih ada 4, kemudian kami juga akan membuat sektor ketahanan pangan dibidang hewani, kita akan mencoba membuat kandang ayam petelor dan kambing yang nantinya semuanya akan dikelola oleh BUMDes,” kata Kepala Desa Cengkawakrejo, Imlais Wiski Bagasworo, saat ditemui dirumahnya, pada Jumat (21/2/2025).

Selain itu, lanjutnya, BUMDes Harapan Jaya juga akan membuat kebun anggur di sekitaran balai desa. Rencana itu sudah dikomunikasikan bersama antara BUMDes dengan pemdes dan orang- orang yang berkompeten atau ahli membidangi kebun anggur itu.

Untuk ketahanan pangan  belum lama ini di Desa Cengkawakrejo juga ada kegiatan mahasiswa KKN dari UGM Yogyakarta yang telah berkolaborasi dengan siswa SD Negeri Cengkawakrejo dengan membuat badlock jamur. Saat ini jamur tersebut sudah ada yang tumbuh bahkan jamurnya ada sudah mulai keluar (mekar), tapi memang belum semuanya karena bibit jamurnya disediakan sendiri oleh mahasiswa bersama siswa.

BUMDes kami namanya Harapan Jaya, ada beberapa sektor usaha diantaranya sewa kios, yang alhamdulillah tahun ini mendominasi disektor usaha yang lain yaitu profitnya paling tinggi, kemudian kita ada bank sampah, lalu penggilingan padi, kemudian ada sektor pertanian, yang nanti rencana akan bikin demplot untuk menanam jagung, kisaran satu hektar untuk ketahanan pangan, kemudian ada kandang ayam, kandang kambing, yang nantinya kami berkeinginan ada disekitaran wilayah balai desa kami karena kebetulan balai desa kami berada ditepi jalan raya, dan kami juga akan membuat pertanian terpadu, disitu ada ayam, ada ikan, mina padi juga, dan kotoran ayam itu nanti bisa diolah lagi untuk pakan margot, karena usaha margot juga ada dan saat ini sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Pemdes bersama BUMDes juga telah membuat Green House, namun Green House itu belum besar dan sementara masih dimanfaatkan untuk latihan bersama mesti sudah panen tapi belum maksimal karena mereka merasa masih butuh banyak belajar tentang pengelolaan Green House itu.

Kegiatan BUMDes ini rencana akan dilaksanakan setelah anggaran Dana Desa turun yang termin pertama dengan membuat Bioflok, kemudian kebun anggur dan ayam petelor,” ujarnya.

Menurutnya, karena Desa Cengkawakrejo merupakan desa yang masuk sebagai desa mandiri maka desa tersebut hanya mengalami dua kali pencairan Dana Desa dalam satu tahun, dengan besaran kisaran sekitar 400jutaan untuk termin pertama dan nantinya Dana Desa ditahun 2025 itu sebesar 20 persen akan dimanfaatkan untuk ketahanan pangan dan 20 persennya lagi untuk penambahan BUMDes.

Tapi itu nanti mungkin dilakukan ditermin kedua untuk yang BUMDesnya,” terangnya.

Diungkapkan, ditahun 2024 lalu BUMDes Harapan Jaya sesuai laporan diawal tahun 2025 sudah berhasil memberikan dana bagi hasil BUMDes kepada pemdes hingga mencapai 45 juta dari sektor penyewaan kios, dan lainya.

BUMDes Harapan Jaya sendiri berdiri ditahun 2017 dan belum memilik kantor sendiri. Saat ini kantor BUMDes Harapan Jaya masih menjadi satu dengan kantor Desa Cengkawakrejo, dengan alasan karena masih ingin mengoptimalkan sub bidang baru dengan membangun usaha terlebih dahulu dan akan membangun kantor jika sudah berhasil membangun profit atau penghasilan lebih di BUMDes tersebut.

Adapun anggota BUMDes Harapan Jaya ada 10 orang, yang terdiri atas pengurus inti ditambah pengurus sub sampah sejumlah 5 orang, lalu perkebunan dan Green House yang ditangani oleh 2 orang.

Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa rekan yang ahli dibidang anggur dan lainya, yang memang tujuanya  yang akan kita tingkatkan adalah bagaimana BUMDes ini betul -betul bisa berjalan dan nantinya manakala Dana Desa ini masih ada atau tidak maka kami sudah bisa mandiri untuk mengelola desa kami sendiri, kalau pembangunan fisik didesa Cengkawakrejo hanya kurang sekitar 20 persen. Dan harapan saya sederhana saja karena kita sudah terlanjur tinggal di desa, paling tidak kita tinggal di desa itu ada sedikit manfaat atau nilai lebih untuk lingkungan, semua berjalan step by step insyaallah semua bisa berjalan dengan baik,” harapnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.