PURWOREJO, purworejo24.com – Puluhan siswa MTs An-Nawawi 01 Berjan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, turun langsung melakukan aksi pelestarian lingkungan dengan menanam mangrove di Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi, Desa Gedangan, Kecamatan Purwodadi, Kamis (5/11/2026).
Tidak hanya menanam mangrove, para siswa yang tergabung dalam kader Adiwiyata tersebut juga menggelar aksi bersih pantai di Pantai Dewaruci, Desa Jatimalang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional sekaligus upaya menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan pesisir Purworejo.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 siswa kader Adiwiyata dan didampingi 20 guru. Mereka terlibat langsung dalam penanaman bibit mangrove sekaligus mendapatkan edukasi mengenai fungsi ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Kepala MTs An-Nawawi 01 Berjan, Muh Taufik Fauzi, berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu membangun kesadaran siswa untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran anak-anak untuk menjaga mangrove serta kelestarian puspa dan satwa semakin tumbuh. Apa yang mereka tanam hari ini mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang,” ujarnya.
Taufik Fauzi menilai, edukasi secara langsung di lapangan menjadi salah satu cara efektif untuk mengenalkan persoalan lingkungan kepada siswa. Dengan melihat dan mempraktikkan secara langsung, siswa diharapkan lebih memahami bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya mengetahui pentingnya menjaga lingkungan dari pembelajaran di kelas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mangrove yang ditanam hari ini semoga kelak tumbuh besar, menjadi habitat bagi berbagai satwa sekaligus pelindung kawasan pesisir,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan langsung dari Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi, Winarto, mengenai sejarah dan manfaat kawasan mangrove tersebut.
Winarto menjelaskan, Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi telah berdiri sejak 2015 dengan luas kawasan sekitar 4 hektar. Namun, penanaman mangrove di kawasan tersebut sudah dimulai sejak 2010. Pohon mangrove tertua yang ditanam pada tahun itu masih tumbuh dengan baik hingga sekarang.
Menurut dia, proses pertumbuhan mangrove tergolong cukup cepat. Bibit yang ditanam umumnya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan atau bertunas sekitar satu minggu setelah penanaman.
Winarto juga menerangkan bahwa keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir dari berbagai ancaman bencana alam, terutama abrasi.
“Akar mangrove, baik akar tunggang maupun akar napas, memiliki peran besar dalam menjaga kawasan pesisir. Keberadaannya dapat membantu menahan abrasi, meredam terpaan angin, serta memecah energi gelombang laut, termasuk gelombang tsunami,” jelasnya.
Ia mengingatkan, kerusakan hutan mangrove akibat penebangan maupun alih fungsi lahan dapat menimbulkan dampak serius bagi lingkungan pesisir. Salah satu dampak yang paling mudah terlihat adalah meningkatnya abrasi pantai.
Selain memiliki fungsi ekologis, mangrove juga menyimpan potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa harus merusak ekosistemnya. Sejumlah jenis buah mangrove dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual.
“Buah bogem, misalnya, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan sirup. Sementara itu, buah nipah dapat diolah menjadi jelly dan nata de coco. Adapun buah api-api berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku kopi maupun tepung,” katanya.
Usai melakukan penanaman mangrove, rombongan MTs An-Nawawi 01 Berjan melanjutkan kegiatan ke Pantai Dewaruci di Desa Jatimalang. Di lokasi tersebut, para siswa menggelar aksi bersih-bersih pantai dengan memungut sampah yang berserakan di sepanjang kawasan wisata.
Terik matahari tidak menyurutkan semangat para siswa. Mereka bergotong royong mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari bungkus makanan hingga potongan kayu yang terbawa arus laut. Dari kegiatan tersebut, belasan kantong sampah berukuran besar atau trash bag berhasil dikumpulkan.
Aksi bersih pantai tersebut turut didampingi Agus Budiyanto dari Dinas Pariwisata. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi para siswa dalam membantu menjaga kebersihan kawasan wisata Pantai Dewaruci.
Menurut Agus, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi pengelola pantai, terutama dalam mempersiapkan kawasan wisata menghadapi penilaian Adipura yang akan segera dilaksanakan.
Melalui rangkaian kegiatan penanaman mangrove dan bersih pantai ini, MTs An-Nawawi 01 Berjan berharap semangat menjaga lingkungan dapat terus tertanam dalam diri para siswa.
“Langkah sederhana yang dilakukan MTs An-Nawawi di kawasan pesisir kami harap menjadi awal tumbuhnya generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian alam,” kata Agus
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









