PURWOREJO, purworejo24.com — Rumah sekaligus warung sop ayam kampung milik Supriyanti (43) di Kelurahan Baledono RT 005/RW 006, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, ludes terbakar pada Jumat (11/9/2026) malam.
Kebakaran terjadi saat Supriyanti dan ayahnya, Slamet Mamik (89), berada di dalam rumah. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, hampir seluruh bangunan beserta barang dan perabotan di dalamnya habis terbakar. Kerugian materiil ditaksir sekitar Rp30 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Kabid Damkar) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Slamet, mengatakan, sebelum kebakaran Supriyanti dan ayahnya sedang memasak ayam untuk persiapan berjualan sop ayam pada keesokan harinya.
“Pemilik rumah sedang memasak ayam untuk sop yang dijual besok, kemudian ditinggal makan. Sekitar pukul 19.56 WIB terdengar suara letupan dari arah dapur,” kata Slamet.
Setelah dihampiri, api ternyata sudah membesar dan menyambar tumpukan kayu serta bagian tembok di sekitar tungku masak.
Melihat api semakin membesar, Supriyanti langsung bergegas menyelamatkan diri sekaligus memastikan keselamatan ayahnya yang berada di dalam rumah.
Supriyanti juga sempat mengambil dokumen-dokumen penting sebelum membawa ayahnya keluar dari rumah.
“Barang yang sempat diselamatkan hanya dokumen-dokumen penting,” ujar Slamet.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berdatangan dan berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Warga juga segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Purworejo.
Petugas Damkar kemudian datang ke lokasi dan bersama warga melakukan upaya pemadaman agar kobaran api tidak semakin meluas.
Kapolsek Purworejo AKP Diyah Ayu Ida Nursanti, S.H. mengatakan, berdasarkan penanganan kepolisian, kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 20.15 WIB. Saat itu, Supriyanti mendengar suara ledakan dari arah dapur.
“Pelapor menuju ke dapur dan mendapati api sudah dalam keadaan besar serta telah menjalar sampai ke bagian atap rumah,” jelas AKP Diyah Ayu.
Supriyanti selanjutnya membawa ayahnya keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan kepada warga.
Dalam kejadian tersebut, rumah yang juga digunakan sebagai warung sop ayam kampung beserta barang-barang dan perabotan di dalamnya terbakar.
Menurut Slamet, rumah tersebut dihuni oleh dua orang, yakni Supriyanti dan ayahnya. Selain Damkar, penanganan kejadian juga melibatkan sejumlah unsur.
“Instansi yang terlibat antara lain Satpol PP dan Damkar Purworejo, TNI/Polri, BPBD, PMI dan PSC Dinkes, perangkat setempat, relawan serta warga,” ungkapnya.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kepolisian melakukan pengecekan lokasi dan mengamankan tempat kejadian. Personel yang datang antara lain Kapolsek Purworejo, Wakapolsek, KA SPKT beserta personel piket, Unit II Satreskrim Polres Purworejo, Pamapta, Unit Inafis, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Baledono.
Polisi juga melakukan pendataan terhadap kondisi lokasi dan objek yang terbakar, meminta keterangan pemilik serta saksi, mengumpulkan informasi dari warga sekitar, dan mendokumentasikan tempat kejadian perkara.
Hingga penanganan selesai, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan tungku dan kayu bakar, terutama ketika proses memasak ditinggalkan meski hanya sementara. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









