BRUNO, purworejo24.com – Waktu pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo terus berjalan. Memasuki satu minggu menjelang penutupan program, Satgas TMMD bersama masyarakat Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, semakin mengintensifkan pengerjaan sasaran fisik, khususnya pengecoran jalan.
Semangat mengejar target bahkan berlanjut hingga malam hari. Rabu (5/8/2026), ketika sebagian aktivitas warga mulai berakhir, suara mesin molen masih terdengar dari lokasi pembangunan. Satgas TMMD bersama masyarakat melanjutkan pengecoran dengan sistem lembur untuk mengejar progres pekerjaan.
Dalam penerangan yang tersedia di lokasi, material terus diaduk, diangkut, kemudian dituangkan ke badan jalan. Pekerjaan dilakukan secara bergotong royong dan bergantian agar proses pengecoran dapat terus berjalan.
Danramil 10 Bruno Kapten Inf Eko Setiawan mengatakan, lembur menjadi salah satu upaya Satgas TMMD untuk mengoptimalkan waktu yang tersisa sebelum program memasuki tahap penutupan.
“Waktu pelaksanaan TMMD tinggal sekitar satu minggu lagi. Karena itu, kami bersama seluruh anggota Satgas dan masyarakat terus berupaya mengejar target pekerjaan. Jika kondisi memungkinkan, pekerjaan kami lanjutkan hingga malam hari,” kata Kapten Eko.
Menurutnya, percepatan pekerjaan tetap harus dilakukan secara terukur. Kejar target bukan berarti mengabaikan kualitas hasil pembangunan. Setiap tahapan tetap dikerjakan dengan memperhatikan proses pekerjaan agar jalan yang dibangun dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kami tidak ingin hanya mengejar cepat selesai, tetapi kualitas pekerjaan tetap menjadi perhatian. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan sasaran ini,” ujarnya.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengerjaan jalan tersebut. Warga secara sukarela ikut membantu berbagai pekerjaan, mulai dari menyiapkan material hingga mendukung proses pengecoran.
Dukungan tersebut membuat Satgas TMMD semakin termotivasi. Di tengah keterbatasan waktu dan kondisi medan yang cukup menantang, kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kekuatan untuk menyelesaikan pekerjaan secara optimal.
Bagi masyarakat Desa Watuduwur, pembangunan jalan bukan sekadar sasaran program TMMD. Jalan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas setelah pembangunan selesai.
“Harapan kami, jalan ini nantinya dapat memberikan manfaat bagi warga, terutama untuk memperlancar aktivitas sehari-hari, akses pertanian, pendidikan dan perekonomian masyarakat,” pungkas Kapten Eko.
Malam semakin larut, tetapi pekerjaan belum berhenti. Mesin molen terus berputar, material terus diangkut, dan pengecoran berlanjut. Semua dilakukan untuk mengejar waktu sekaligus memastikan sasaran pembangunan dapat dituntaskan dengan hasil yang baik.
Satu minggu menjelang penutupan TMMD, semangat Satgas dan masyarakat Watuduwur pun semakin menguat. Mereka tidak sekadar berpacu dengan waktu, tetapi juga sedang menyelesaikan sebuah pembangunan yang diharapkan menjadi bagian penting dari kehidupan warga untuk waktu yang panjang.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









