KUTOARJO, purworejo24.com – Kabupaten Purworejo kini memiliki fasilitas olahraga dan rekreasi baru yang diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi secara resmi membuka Kutoarjo Social Club (KSC) di Jalan Sawunggalih Nomor 90, Kelurahan Semawung Daleman, Kecamatan Kutoarjo, Sabtu (27/6/2026).
Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemukulan bola pertama di lapangan padel sebagai simbol dimulainya operasional fasilitas olahraga dan hiburan tersebut.
Acara dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo Bangun Erlangga Ibrahim, unsur Muspika Kutoarjo, tokoh masyarakat, serta jajaran pemilik dan manajemen KSC.
Kehadiran KSC menjadi perhatian masyarakat karena menghadirkan lapangan padel pertama di Purworejo, olahraga yang tengah berkembang pesat di berbagai kota besar di Indonesia.
Selain lapangan padel, KSC juga dilengkapi delapan meja biliar dan kafe yang dirancang sebagai ruang berkumpul dan bersosialisasi bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Manajemen Kutoarjo Social Club, Anto Cortez menegaskan bahwa KSC tidak hanya dibangun sebagai sarana olahraga dan hiburan, tetapi juga sebagai tempat yang mempererat hubungan sosial masyarakat.
“Kehadiran Kutoarjo Social Club merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan sebuah tempat yang tidak hanya menjadi sarana olahraga dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang berkumpul, bersosialisasi, dan mempererat kebersamaan masyarakat Kutoarjo dan sekitarnya,” ujarnya.
Menurut Anto, olahraga seperti padel dan biliar dapat menjadi sarana positif untuk membangun kebersamaan, menumbuhkan sportivitas, serta menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan hobi dalam lingkungan yang sehat dan produktif.
Ia berharap keberadaan KSC mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, mulai dari membuka peluang ekonomi hingga mendukung perkembangan sektor olahraga dan pariwisata di Kabupaten Purworejo.
Anto menjelaskan, Grand Opening KSC dilaksanakan pada 27 Juni 2026 setelah sebelumnya dilakukan tahap soft opening yang mendapat respons sangat baik dari masyarakat.
“Di KSC ini ada lapangan padel yang mungkin menjadi yang pertama di Purworejo dan Kutoarjo. Selain itu ada delapan meja biliar dan kafe. Fungsi tempat ini bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga sebagai tempat berkumpul dan bersosialisasi masyarakat Purworejo maupun Kutoarjo,” katanya.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat bahkan sebelum peresmian resmi dilakukan.
“Sebelum grand opening, saat soft opening saja antusiasme masyarakat sudah luar biasa. Hampir setiap hari penuh,” tambahnya.
Saat ini KSC memiliki satu lapangan padel yang mampu menampung hingga sekitar 100 orang dalam satu venue, serta delapan meja biliar yang terbagi dalam area reguler dan VIP.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, manajemen juga menyediakan fasilitas penyewaan perlengkapan olahraga, mulai dari raket dan bola padel hingga perlengkapan biliar.
“Kami ingin masyarakat bisa langsung bermain tanpa harus memiliki peralatan sendiri,” jelas Anto.
Agar olahraga padel dapat dinikmati berbagai kalangan, KSC menerapkan tarif yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat lokal.
Harga normal penggunaan lapangan padel dipatok sekitar Rp200 ribu per sesi. Namun dalam masa promosi pembukaan, pengunjung akan mendapatkan potongan harga antara 20 hingga 30 persen selama satu atau dua bulan pertama.
Sementara itu, tarif bermain biliar dibanderol sekitar Rp16 ribu per jam untuk meja reguler, sedangkan meja VIP dikenakan biaya tambahan sekitar Rp5 ribu.
KSC beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 24.00 WIB.
Selain menyediakan fasilitas, manajemen juga berencana membangun ekosistem olahraga yang lebih luas melalui pembentukan komunitas dan penyelenggaraan berbagai kompetisi.
Menurut Anto, komunitas padel di Purworejo sebenarnya sudah mulai tumbuh, meskipun masih terpisah-pisah.
“Ke depan kami ingin menyatukan komunitas-komunitas tersebut agar lebih berkembang. Untuk biliar juga akan banyak event yang kami selenggarakan,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga sekaligus melahirkan atlet-atlet baru dari Purworejo.

Pemilik yang juga owner Kutoarjo Social Club, Sardjono Kartono dan Liem Wen Bin, mengatakan bahwa pembangunan fasilitas olahraga modern ini dilandasi keinginan menghadirkan sarana yang selama ini identik dengan kota-kota besar.
Menurut mereka, masyarakat Purworejo tidak perlu lagi pergi ke Yogyakarta atau kota lain hanya untuk menikmati fasilitas padel.
“Padel merupakan tren olahraga saat ini. Kami tidak ingin masyarakat Kutoarjo dan Purworejo tertinggal. Daripada harus jauh-jauh ke Yogyakarta, kami membawa fasilitas ini ke Kutoarjo agar masyarakat dapat menikmatinya di daerah sendiri,” kata Sardjono.
KSC dibangun di atas lahan seluas sekitar 2.300 meter persegi, dengan area sekitar 1.500 meter persegi digunakan untuk fasilitas olahraga dan rekreasi.
Selain lapangan padel, delapan meja biliar, dan kafe, manajemen juga telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan yang akan diarahkan untuk kebutuhan kesehatan, kuliner, dan layanan sosial masyarakat.
“Kami berharap ke depan kawasan ini bisa berkembang dengan tambahan fasilitas seperti restoran, klinik kesehatan, hingga area refleksiologi sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Sardjono menegaskan bahwa KSC dibangun dengan semangat menghadirkan ruang interaksi yang sehat dan positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, meskipun olahraga biliar sering mendapat stigma negatif, pihaknya berkomitmen menjadikan KSC sebagai tempat olahraga dan rekreasi yang sesuai dengan aturan hukum.
“Kami tidak ingin tempat ini menjadi sesuatu yang negatif. Judi dilarang keras di tempat ini. Kami juga melarang penggunaan minuman keras, narkoba, maupun zat-zat yang bertentangan dengan hukum,” tegasnya.
Manajemen bahkan memasang berbagai aturan dan larangan di area fasilitas sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat.
“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya menghabiskan waktu dengan gawai di rumah, tetapi juga berolahraga, berinteraksi, dan membangun hubungan sosial yang positif,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menyampaikan apresiasinya atas hadirnya investasi swasta di sektor olahraga dan industri kreatif tersebut.
Menurut Dion, keberadaan lapangan padel pertama di Purworejo menunjukkan bahwa perkembangan olahraga modern telah menjangkau daerah dan mendapat sambutan masyarakat.
“Kami merespons sangat positif. Industri olahraga maupun industri kreatif di Kabupaten Purworejo terus berkembang. Dengan dibukanya lapangan padel ini, kebutuhan anak-anak muda yang ingin menggeluti olahraga padel bisa terjawab,” katanya.
Dion mengungkapkan bahwa beberapa putra daerah Purworejo bahkan telah berkiprah sebagai pelatih padel di Yogyakarta, yang menunjukkan bahwa olahraga tersebut memiliki potensi pasar yang menjanjikan.
“Ada anak Purworejo yang sudah menjadi pelatih padel di Jogja. Artinya olahraga ini memang memiliki market yang bagus,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dion berharap hadirnya KSC dapat meningkatkan perputaran ekonomi daerah sekaligus menjadi contoh keberhasilan investasi swasta di Purworejo.
“Harapan kami ini bisa menambah perputaran ekonomi di Kabupaten Purworejo dan mendorong investor-investor lain untuk tidak ragu menanamkan modalnya di Purworejo. Ekosistem investasi di daerah ini sudah berjalan dan terus berkembang,” jelasnya.
Menurut Dion, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan dan fasilitasi bagi investasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap keberadaan Kutoarjo Social Club dapat membawa kemajuan ekonomi, khususnya bagi industri kreatif dan industri anak muda di Kabupaten Purworejo,” harapnya.
Dengan hadirnya Kutoarjo Social Club, masyarakat Purworejo kini memiliki alternatif baru untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati fasilitas rekreasi modern tanpa harus pergi ke luar daerah.
Keberadaan fasilitas ini sekaligus menjadi bukti bahwa perkembangan olahraga dan industri kreatif mulai tumbuh di daerah, membuka peluang ekonomi baru serta mendorong gaya hidup sehat bagi masyarakat. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









