PURWOREJO, purworejo24.com – Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2026 yang berlangsung sejak 18 April hingga 24 Mei 2026 berjalan sukses dan lancar.
Ajang olahraga pelajar terbesar di Kabupaten Purworejo ini diikuti ribuan atlet dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan jumlah peserta yang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tingginya partisipasi pelajar dalam Popda 2026 menjadi indikator positif berkembangnya minat dan budaya olahraga di kalangan generasi muda. Selain menjadi wadah kompetisi,
Popda juga berfungsi sebagai sarana pembinaan dan pencarian bibit atlet berbakat yang dipersiapkan untuk berlaga di tingkat yang lebih tinggi.
Sebanyak 25 cabang olahraga (cabor) dipertandingkan dalam Popda tahun ini, meliputi sepak bola, futsal, bola voli, bola basket, bulutangkis, atletik, renang, pencak silat, karate, taekwondo, panahan, tenis meja, tenis lapangan, sepak takraw, kempo, gateball, catur, gymnastik artistik, tinju, bola voli pasir, bola tangan, petanque, panjat tebing, sepatu roda, dan balap sepeda.
Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Widodo, mengatakan bahwa meningkatnya jumlah peserta menunjukkan semakin besarnya antusiasme pelajar terhadap olahraga prestasi.
“Antusiasme pelajar untuk mengikuti kompetisi olahraga semakin bagus. Dengan ketatnya persaingan, otomatis muncul bibit-bibit baru yang potensial. Kita bisa menyaring atlet-atlet terbaik yang benar-benar siap bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar Widodo saat ditemui di kantornya, Senin (25/5/2026)
Menurutnya, Popda bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet usia dini yang berkelanjutan. Melalui kompetisi yang kompetitif dan terukur, kemampuan para atlet dapat dipetakan sehingga memudahkan proses seleksi menuju event yang lebih bergengsi.
Seleksi Ketat Hadapi Popda Karesidenan Kedu
Setelah sukses menggelar Popda tingkat kabupaten, Dinporapar Purworejo kini fokus mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk mengikuti Popda Tingkat Karesidenan Kedu yang akan berlangsung di Kabupaten Wonosobo pada 9–11 Juni 2026.
Widodo menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem seleksi yang ketat, khususnya pada cabang olahraga beregu. Atlet yang akan mewakili Kabupaten Purworejo tidak otomatis berasal dari tim juara pertama.
“Kami menerapkan sistem kombinasi atau dioplos. Juara satu dan juara dua akan kita seleksi lagi untuk diambil pemain-pemain terbaiknya. Karena ini sudah membawa nama Kabupaten Purworejo, bukan lagi nama sekolah,” tegasnya.
Kebijakan tersebut dilakukan agar tim yang diterjunkan benar-benar dihuni oleh atlet terbaik dari berbagai sekolah sehingga mampu meningkatkan daya saing Purworejo di tingkat regional.
Pada Popda Karesidenan Kedu tahun ini, hanya jenjang SMA yang akan dipertandingkan. Terdapat empat cabang olahraga yang akan dilombakan, yakni sepak bola, bola basket, bola voli, dan sepak takraw.
Sementara itu, atlet dari cabang olahraga perorangan seperti pencak silat dan taekwondo tidak melalui tahapan Karesidenan. Para atlet terbaik dari Purworejo akan langsung mewakili daerah pada Popda Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Kesempatan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga performa menjelang kompetisi tingkat provinsi.
Perubahan Jadwal Tak Ganggu Persiapan
Widodo juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Popda Karesidenan Kedu mengalami perubahan jadwal.
Semula kompetisi direncanakan berlangsung pada bulan Juli, namun dimajukan menjadi Juni karena adanya rencana renovasi stadion utama di Kabupaten Wonosobo.
Meski demikian, perubahan tersebut tidak berdampak terhadap kesiapan kontingen Purworejo.
“Untungnya, Popda Kabupaten Purworejo sudah kita laksanakan jauh-jauh hari, sehingga majunya jadwal ini tidak mengganggu kesiapan tim kita,” katanya.
Dinporapar Purworejo memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan Popda tingkat kabupaten, mulai dari sarana prasarana hingga akomodasi pertandingan, telah didukung melalui anggaran pemerintah daerah. Para atlet pun dapat mengikuti seluruh rangkaian pertandingan tanpa dipungut biaya.
Saat ini, Dinporapar masih melakukan proses rekapitulasi dan verifikasi hasil pertandingan dari masing-masing cabang olahraga. Data juara yang telah terkumpul akan diajukan untuk mendapatkan pengesahan dari Kepala Dinas sebelum diumumkan secara resmi kepada masyarakat.
Dengan berakhirnya Popda Kabupaten Purworejo 2026, harapan besar kini tertuju kepada para atlet muda yang akan membawa nama daerah di tingkat Karesidenan Kedu maupun Provinsi Jawa Tengah.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi yang sehat, Purworejo optimistis mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di masa mendatang. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







