Sosial

Ratusan Anak Meriahkan Tradisi Rebutan Angpao Imlek di Kampung Pandekluwih Purworejo

102
×

Ratusan Anak Meriahkan Tradisi Rebutan Angpao Imlek di Kampung Pandekluwih Purworejo

Sebarkan artikel ini
Anak anak berebut angpao
Anak anak berebut angpao

PURWOREJO, purworejo24.com – Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Imlek di Kampung Pandekluwih, tepatnya di Gang RT 1 RW 12, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, pada Selasa (17/2/2026).

Ratusan anak tampak antusias mengikuti tradisi rebutan angpao yang digelar secara rutin setiap tahun.

Tokoh Tionghoa setempat, M. Aziz Sudrajat yang akrab disapa Lie Oen Liang, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kebersamaan dan toleransi antarwarga.

Ia menyebutkan, angpao yang dibagikan jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.

Kurang lebih ada sekitar 400 angpao yang dipasang. Sasarannya untuk anak-anak, meski di lapangan ada satu dua orang tua yang ikut. Di kampung ini warganya campur, demokratis, tidak hanya kalangan Tionghoa, semuanya membaur,” ujarnya.

Menurutnya, Kampung Pandekluwih merupakan miniatur keberagaman yang telah terjalin lama. Warga dari berbagai latar belakang suku dan agama hidup berdampingan tanpa sekat.

Dalam kegiatan ini kita tidak memandang agama maupun ras. Yang utama adalah kebersamaan dan persatuan. Ini rutin kami selenggarakan setiap perayaan Imlek. Harapannya, Imlek tahun ini membawa kemakmuran, kesejahteraan, dan kesehatan bagi seluruh warga, khususnya di Purworejo,” tambahnya.

Imlek tahun ini bertepatan dengan Tahun Kuda Api yang dimaknai sebagai simbol kerja keras, kekuatan, dan semangat pantang menyerah.

Hal senada disampaikan Retna Kusnawati atau Lauw Giok Hwa (78), warga RT 1 RW 12 Kampung Pandekluwih. Ia menuturkan bahwa sejak dulu hubungan antara warga Tionghoa dan pribumi di wilayah tersebut sangat kompak dan harmonis.

Dari dulu di Pandekluwih ini Tionghoa dan pribumi selalu bersatu. Kalau ada acara Imlek, Agustusan, atau kegiatan lain, semua gabung. Kita musyawarah dan bikin acara bersama,” katanya.

Ia mengaku sangat mendukung tradisi pembagian angpao karena mengajarkan anak-anak untuk saling menghargai dan memperkuat rasa kebersamaan.

Retna berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

Toleransi di sini sudah berjalan sangat baik. Ada Natal, Idul Fitri, semua saling mengunjungi. Kalau ada yang sakit juga saling menjenguk. Tidak ada perbedaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Zidan, salah satu anak yang ikut berebut angpao, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.

Tadi dapat Rp20 ribu, senang. Gampang juga rebutannya. Saya sering ikut kalau ada acara seperti ini,” ucapnya polos sambil tersenyum.

Tradisi rebutan angpao di Kampung Pandekluwih pun menjadi bukti nyata kuatnya nilai toleransi, persatuan, dan kebersamaan antarwarga dalam keberagaman. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.