Seni Budaya

Pengetan Jumenengan, Refleksi Sejarah dan Penguatan Jati Diri di Hari Jadi ke-195 Purworejo

18
×

Pengetan Jumenengan, Refleksi Sejarah dan Penguatan Jati Diri di Hari Jadi ke-195 Purworejo

Sebarkan artikel ini
Tarian dalam acara jumenengan Hari Jadi Purworejo
Tarian dalam acara jumenengan Hari Jadi Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar prosesi sakral Pengetan Jumenengan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo. Kegiatan berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu malam (26/2/2026), dengan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, budayawan, serta berbagai elemen masyarakat.

Pengetan Jumenengan merupakan tradisi yang sarat makna historis. Prosesi ini digelar untuk mengenang dan meneguhkan kembali nilai-nilai kepemimpinan RAA Tjokronegoro I sebagai Bupati pertama Purworejo, sekaligus menandai awal berdirinya Kabupaten Purworejo hampir dua abad silam.

Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pengetan Jumenengan bukan sekadar seremoni budaya tahunan, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang daerah dan masyarakatnya.

Momentum ini hendaknya menjadi pengingat akan semangat para pendiri dan leluhur dalam membangun Purworejo. Semangat tersebut perlu kita lanjutkan untuk mengawal arah pembangunan ke depan,” ungkap Bupati.

Menurutnya, nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan para pendahulu, seperti integritas, pengabdian, dan keberpihakan kepada masyarakat, harus terus dihidupkan dalam tata kelola pemerintahan saat ini. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya lokal dengan keterbukaan terhadap kemajuan dan inovasi.

Hal tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam mewujudkan daerah yang berdaya saing, sejahtera, religius, dan inovatif.

Rangkaian prosesi Pengetan Jumenengan turut diwarnai penampilan seni tradisional yang sarat makna filosofis. Keterlibatan para seniman lokal menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian dan pengembangan budaya sebagai identitas daerah.

Suasana sakral dan penuh penghormatan terasa sepanjang acara. Nuansa adat yang kental berpadu dengan semangat kebersamaan, mencerminkan kuatnya akar budaya dalam kehidupan masyarakat Purworejo.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap Pengetan Jumenengan dapat terus menjadi penguat karakter daerah sekaligus pemicu semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

Dengan digelarnya prosesi ini, diharapkan seluruh masyarakat Purworejo semakin memperkuat rasa memiliki dan kecintaan terhadap daerahnya, serta terus melanjutkan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu demi kemajuan Purworejo di masa mendatang. (P24/wiid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.