Seni Budaya

Mahar Truk Tempur di Pernikahan Putri Kyai Merah, Simbol Cinta, Ilmu, dan Keteguhan Iman

267
×

Mahar Truk Tempur di Pernikahan Putri Kyai Merah, Simbol Cinta, Ilmu, dan Keteguhan Iman

Sebarkan artikel ini
Foto bersama dideoan mobil truk tempur yang jadi mahar pernikahan
Foto bersama dideoan mobil truk tempur yang jadi mahar pernikahan

PURWOREJO, purworejo24.com – Suasana Dusun Krajan, Kelurahan Kedungsari, Kabupaten Purworejo, pada Minggu (25/1/2026), tampak berbeda dari biasanya.

Ratusan tamu dari berbagai daerah di Indonesia memadati lokasi pengajian akbar dan resepsi pernikahan putri Kyai Muhammad Eddy Suryanto, atau yang akrab disapa Kyai Merah.

Bukan hanya kemeriahan acara yang menyita perhatian, tetapi juga mahar pernikahan yang terbilang unik dan tak lazim, yaitu sebuah kendaraan truk tempur jenis Hino.

Pernikahan tersebut merupakan walimatul ursy Muhammad Nadhif, putra dari Bapak Abdul Latif dan Ibu Asiyah, dengan Maratus Sofiah, putri Kyai Merah dan almarhumah Dwi Siwi Yulianti.

Acara dikemas dalam pengajian akbar yang sarat nilai religius dan pesan kebangsaan.

Keunikan mahar berupa kendaraan tempur ini langsung menjadi perbincangan publik. Namun bagi Kyai Merah, mahar tersebut bukan soal nilai materi. Ia menegaskan bahwa makna di baliknya jauh lebih dalam.

Aq sebenarnya bukan ke arah nilai mobilnya, tapi karena aq bangga anak aq hafal Al-Qur’an 30 juz dan kitab Alfiyah. Menantu aq juga hafal Al-Qur’an. Mahar ini biar unik dan sebagai bukti rasa cinta serta kesungguhan menantu aq kepada putri aq,” ujar Kyai Merah.

Ia menjelaskan, truk tempur tersebut memiliki nilai historis dan menjadi simbol perjuangan, keteguhan, serta kesiapan menapaki kehidupan rumah tangga dengan penuh tanggung jawab.

Permintaan mahar itu pun disanggupi sang menantu dengan penuh keikhlasan.

Pengajian akbar ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan ulama, di antaranya KH. Agus Sahnun Thoifur, Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid Kedungsari, yang menyampaikan tausiyah penuh makna tentang istiqamah, andap asor, dan pentingnya perjuangan dalam kehidupan.

Hadir pula Brigjen Pol (Purn) Drs. Erwin Chahara Rusmana, M.Hum, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, yang memberikan pesan agar para santri dan ulama turut mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, sejumlah kyai dari luar kota, para habaib, tokoh masyarakat, hingga komunitas turut menghadiri acara sakral tersebut.

Kehadiran mereka menambah kekhidmatan sekaligus menunjukkan kuatnya jejaring dakwah dan sosial Kyai Merah.

Dalam pesannya kepada kedua mempelai, Kyai Merah menekankan agar putra-putrinya senantiasa berpegang pada ilmu dan nilai yang diperoleh selama mondok.

Melangkah ke depan itu harus hati-hati, tetap di rel yang sudah didapat dari para guru, kyai, habaib, dan ulama. Jangan lelah berjuang, terus amar ma’ruf nahi mungkar,” pesannya.

Sementara itu, ibu mempelai wanita Umi Suci, yang juga dikenal sebagai Owner DIAKU Production, menyampaikan harapan agar rumah tangga kedua mempelai menjadi keluarga yang penuh keberkahan.

“Sebagai orang tua tentu berharap yang terbaik. Jangan putus berdoa, terus ikhtiar, dan mengamalkan ilmu dari pondok. Semoga berkah dunia dan akhirat,” ujarnya.

Umi Suci juga menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara, mulai dari catering, media, hingga live streaming, dikelola oleh manajemen DIAKU Production yang berada di bawah naungan usaha sosial dan dakwah Pondok Pesantren Nurul Qodiri.

Selama lebih dari dua tahun berjalan, lembaga tersebut aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Pernikahan putri Kyai Merah ini bukan sekadar peristiwa keluarga, melainkan menjadi simbol perpaduan antara ilmu, iman, cinta, dan perjuangan.

Mahar truk tempur yang unik pun menjadi pengingat bahwa pernikahan adalah medan juang suci, yang harus dijalani dengan kesungguhan, keteguhan hati, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para guru. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.