PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad) TNI Angkatan Darat melalui Badan Pelaksana Penulisan Sejarah (Balaklisjarah) melakukan kunjungan ke Kabupaten Purworejo dalam rangka pengumpulan data penulisan biografi sejarah Jenderal Urip Sumoharjo, salah satu tokoh penting perintis Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Sejarawan Golongan V Disjarahad, Letkol Cba (K) Nining. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Disjarahad yang berkantor di Jalan Belitung Nomor 6, Kota Bandung, Jawa Barat.
“Kami datang ke Purworejo karena Jenderal Urip Sumoharjo memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan daerah ini. Beliau lahir di Purworejo, dan jejak perjuangannya memiliki nilai sejarah yang penting untuk ditelusuri dan didokumentasikan secara utuh,” ujar Letkol Nining saat ditemui di Gedung Juang DHC 45 Kabupaten Purworejo, pada Selasa (10/2/2025).
Menurutnya, penulisan biografi tersebut akan mengulas perjalanan hidup Jenderal Urip Sumoharjo secara komprehensif, mulai dari masa kecil dan latar belakang keluarga, tempat kelahiran, kiprah perjuangan, peran strategis dalam pembentukan organisasi militer Indonesia, hingga akhir hayatnya.
“Kami menghimpun data dari berbagai sumber, baik di Purworejo, Yogyakarta, maupun sejumlah museum militer. Target penyusunan buku ini sekitar tiga bulan ke depan, dan saat ini draf awal telah mencapai kurang lebih 50 halaman,” jelasnya.
Letkol Nining berharap, biografi Jenderal Urip Sumoharjo nantinya dapat menjadi referensi sejarah nasional yang kredibel serta bermanfaat sebagai sumber pembelajaran bagi generasi muda di seluruh Indonesia. Ia menekankan pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai patriotisme dan semangat juang para pahlawan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Kabupaten Purworejo, Kapten (Purn) Ariyadi, menyambut positif upaya penulisan biografi tersebut. Menurutnya, peran besar Jenderal Urip Sumoharjo dalam sejarah bangsa belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat luas.
“Dengan diterbitkannya buku ini, kami berharap Jenderal Urip Sumoharjo sebagai pahlawan nasional asal Purworejo dapat lebih dikenal, khususnya oleh generasi muda. Kontribusinya dalam berdirinya TNI sangat besar dan patut menjadi teladan,” ungkap Ariyadi.
Ia juga berharap keberadaan Gedung Juang DHC 45 Purworejo semakin dikenal masyarakat dan ke depan dapat dikembangkan sebagai pusat edukasi sejarah, bahkan museum perjuangan yang terbuka bagi publik.

Hal senada disampaikan Sekretaris DHC 45 Purworejo, Soekoso DM, yang juga merupakan sejarawan.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan tim Disjarahad bertujuan melengkapi data sejarah, khususnya terkait masa kecil dan kehidupan awal Jenderal Urip Sumoharjo di Purworejo yang selama ini belum banyak terungkap dalam literatur.
“Masih banyak sisi menarik dari kehidupan beliau yang belum terdokumentasi secara lengkap, seperti karakter pribadi, latar keluarga, serta lingkungan masa kecilnya. Ini menjadi bagian penting dalam melengkapi narasi sejarah yang ada,” jelas Soekoso
Ia menambahkan, Jenderal Urip Sumoharjo dikenal sebagai sosok negarawan dan prajurit yang besar hati. Meski memiliki peluang besar menjadi Panglima Besar TNI, ia memilih berada di balik layar dan memberikan kepercayaan kepada Jenderal Sudirman. Perannya dalam menyusun sistem administrasi dan organisasi militer, mulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), hingga TNI, menjadi fondasi penting bagi pertahanan negara.
Melalui penulisan biografi ini, diharapkan nilai-nilai keteladanan, pengabdian, dan semangat perjuangan Jenderal Urip Sumoharjo dapat terus diwariskan serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa, khususnya masyarakat Kabupaten Purworejo. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








