PURWOREJO, purworejo24.com – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) PCNU Kabupaten Purworejo resmi meluncurkan program Desa Sejahtera Nahdlatul Ulama di Desa Kedungloteng, Kecamatan Bener pada Minggu (15/2/2026).
Program ini menjadi pilot project pemberdayaan berbasis zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari warga Nahdliyin di Kabupaten Purworejo.
Ketua Lazisnu PCNU Purworejo, Waluya, S.Ag., M.H., mengatakan launching tersebut merupakan langkah awal untuk merealisasikan lima pilar utama dalam pemberdayaan masyarakat desa.
“Launching ini merupakan pilot project pemberdayaan zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan oleh Lazisnu PCNU Kabupaten Purworejo hingga tingkat MWC dan ranting. Harapannya, melalui Desa Sejahtera NU ini, lima pilar program bisa terealisasi secara nyata,” ujarnya ditemui di sela-sela kegiatan.
Adapun lima pilar yang dimaksud meliputi bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dakwah dan kemanusiaan, serta pilar hijau atau lingkungan.
Pada pilar pendidikan, Lazisnu memberikan beasiswa kepada 13 siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan dapat membantu anak-anak desa memperoleh pendidikan yang lebih baik tanpa terkendala biaya.
Di bidang ekonomi, sebanyak 13 pelaku UMKM menerima bantuan modal usaha. Mereka berasal dari berbagai jenis usaha, seperti pembuat tempe, pedagang bakso, hingga pedagang keliling. Selain bantuan modal, Lazisnu juga berkomitmen memberikan pendampingan dalam hal pemasaran dan pengembangan usaha.
“Kami ingin masyarakat Desa Kedungloteng bisa lebih sejahtera melalui usaha yang mereka tekuni. Bukan hanya diberi modal, tetapi juga didampingi,” kata Waluya.
Sementara pada pilar kesehatan, kegiatan launching diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan bersama Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Purworejo. Selain itu, diberikan pula bantuan kursi roda dan alat bantu dengar bagi warga penyandang disabilitas.
Di bidang dakwah dan kemanusiaan, Lazisnu menyalurkan bantuan kepada 14 guru ngaji, 11 keluarga dhuafa, serta 10 lansia berupa paket sembako. Kegiatan juga ditutup dengan pengajian budaya sebagai bagian dari penguatan spiritual masyarakat.
Tak hanya itu, Lazisnu juga telah mengidentifikasi satu rumah tidak layak huni yang rencananya akan direhabilitasi sebagai bagian dari program kemanusiaan.
Pilar terakhir adalah pilar hijau.
Dalam launching tersebut, Lazisnu secara simbolis membagikan bibit pisang kepok serta bibit tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan terong. Ke depan, direncanakan penanaman 200 batang pisang yang akan dipetakan di sejumlah titik.
“Program ini dilanjutkan dengan pelatihan penanaman pisang pada April, pelatihan pembuatan pelet ikan pada Mei, serta pelatihan home garden pada Juni mendatang,” katanya.
Ketua Program Desa Sejahtera NU PCNU Purworejo, Ahmad Tholbi, menjelaskan program ini ditargetkan berjalan minimal enam bulan dengan sejumlah agenda berkelanjutan, termasuk bantuan rutin bagi guru ngaji dan kelompok rentan.
Desa Kedungloteng dipilih sebagai lokasi perdana karena dinilai memiliki semangat dan partisipasi masyarakat yang tinggi. Selain itu, MWC NU Bener tercatat sebagai salah satu kecamatan dengan pengumpulan Koin NU terbaik dan pelaporan yang rutin ke PCNU.
“Sekitar 80 persen kegiatan launching ini merupakan swadaya masyarakat. Antusias warga luar biasa, mulai dari kepala desa, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat,” ungkap Tholbi.
Desa Kedungloteng sendiri memiliki tiga RT dengan sekitar 250 kepala keluarga dan mayoritas warganya merupakan muslim Ahlussunnah wal Jamaah.
Melalui program ini, Lazisnu berharap kesejahteraan masyarakat meningkat, baik secara ekonomi maupun spiritual.
“Kesejahteraan bangsa dimulai dari desa. NU di sini bisa dimaknai Nahdlatul Ulama, tetapi juga Desa Sejahtera Nusantara,” pungkas Tholbi (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







