PURWOREJO, purworejo24.com – Jarak ribuan kilometer dari tanah kelahiran tak menghalangi hati untuk terus berbagi. Itulah yang dilakukan Kasih Fatmawati Dewi, perempuan asal Kabupaten Purworejo yang kini menetap dan bekerja di Bangkok, Thailand.
Lewat program sosial bertajuk “Kasih Fatmawati Dewi Berbagi”, ia secara konsisten menyalurkan sebagian rezekinya untuk masyarakat Purworejo.
Salah satu wujud nyata kepedulian tersebut terlihat pada Jumat (6/2/2026) siang, seusai salat Jumat, di Terminal Tipe A Purworejo. Puluhan bungkus makanan ringan dibagikan kepada para penumpang bus, pengguna jasa terminal, hingga pengguna jalan yang melintas di depan terminal.
Staf Terminal Tipe A Purworejo, Wuri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sudah rutin dilakukan sekitar satu tahun terakhir.
“Ini program dari Mbak Kasih Fatmawati Dewi, namanya Kasih Fatmawati Dewi Berbagi. Konsepnya seperti Jumat Berkah. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan sebulan sekali dan sudah berjalan kurang lebih satu tahun di terminal ini,” ujarnya, saat ditemui disela kegiatan berbagi.
Dalam setiap kegiatan, sekitar 100 bungkus snack dibagikan. Antusiasme penumpang pun terlihat jelas. Banyak di antara mereka merasa senang dan terbantu dengan adanya makanan gratis tersebut.
“Respon penumpang tentu sangat senang, karena bisa mendapatkan makanan gratis dari kegiatan berbagi ini,” tambah Wuri.
Pihak terminal pun berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlanjut.
“Harapan kami, semoga program dari Mbak Kasih ini terus berjalan karena sangat bermanfaat bagi para pengguna jasa terminal. Kami doakan semoga Mbak Kasih beserta keluarga selalu diberi kesehatan, umur panjang, dan keberkahan,” tuturnya.
Sementara itu, Kasih Fatmawati Dewi saat dihubungi melalui sambungan telepon mengungkapkan bahwa kegiatan berbagi di Purworejo telah ia jalani selama tiga tahun ini, dan khusus di Terminal Tipe A Purworejo sudah berlangsung satu tahun.
“Setiap bulan sekali kami selalu berbagi kepada para penumpang bus di Terminal Purworejo. Selain snack, kami juga memberikan apresiasi atau hadiah kepada para petugas yang bertugas di terminal,” jelasnya.
Menurut Kasih, inisiatif tersebut lahir dari rasa cinta terhadap tanah kelahirannya.
“Saya lahir di Purworejo. Jadi, bagi saya, berbakti itu tidak hanya kepada orang tua, tetapi juga kepada tanah kelahiran. Prinsip saya sederhana, memberi tanpa berharap kembali,” ungkapnya.
Tak hanya di terminal, program Kasih Berbagi juga menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari pembagian makanan dan snack di jalan, bantuan sembako, pakaian, perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an, mukena, karpet masjid, hingga bantuan untuk dhuafa, lansia, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), panti jompo, anak yatim piatu, serta anak-anak yang membutuhkan perlengkapan sekolah dan beasiswa.
Kasih juga kerap berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Polsek, Koramil, Damkar, Satlantas, Polres, hingga pemerintah kecamatan di beberapa wilayah Purworejo, seperti Banyuurip, Ngombol, Kutoarjo, Kaligesing, dan Bayan.
“Semua kegiatan ini saya lakukan semampu saya, dari hasil kerja dan usaha saya sendiri, tanpa bantuan atau sumbangan dari pihak mana pun. Ini murni jerih payah saya,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Kasih berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk peduli terhadap sesama.
“Semoga semakin banyak anak-anak, lansia, ODGJ, dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa terbantu. Dan semoga semakin banyak orang yang punya belas kasih dan kepedulian terhadap sesama,” harapnya.
Kisah Kasih Fatmawati Dewi menjadi pengingat bahwa berbagi tak mengenal jarak. Dari perantauan, kasih sayang tetap bisa mengalir hangat ke tanah kelahiran, membawa manfaat dan harapan bagi banyak orang. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









