PURWOREJO, purworejo24.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit hewan menular, terutama di tengah kondisi curah hujan yang tinggi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Kabupaten Purworejo, Sri Widarti, mengatakan bahwa musim hujan dengan tingkat kelembapan tinggi sangat berpotensi memicu munculnya berbagai penyakit pada ternak.
“Biasanya kalau curah hujan tinggi, penyakit-penyakit mulai bermunculan. Kondisi lembab membuat vektor penular penyakit seperti lalat dan nyamuk berkembang biak, sementara daya tahan tubuh ternak cenderung menurun,” jelasnya, pada Rabu (21/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Sri Widarti mengimbau peternak untuk memberikan pakan yang cukup dan bergizi agar daya tahan tubuh ternak tetap optimal. Selain itu, peternak juga dapat memanfaatkan bahan alami seperti empon-empon yang direbus atau ditumbuk, kemudian dicampurkan ke dalam pakan ternak.
“Pemberian empon-empon bisa membantu meningkatkan imunitas ternak. Yang tidak kalah penting, kebersihan kandang dan lingkungan sekitar harus selalu dijaga,” tambahnya.
Lebih lanjut, DKPP juga mengingatkan peternak untuk mewaspadai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yakni penyakit hewan menular akut yang disebabkan oleh virus Foot and Mouth Disease.
Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, aliran udara atau droplet, serta peralatan, kendaraan, pakan, air tercemar, bahkan manusia sebagai perantara.
Gejala PMK antara lain demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, keluarnya air liur berlebihan, luka pada mulut, lidah, dan gusi, luka pada kuku yang menyebabkan ternak pincang atau enggan berdiri, nafsu makan menurun, hingga penurunan produksi.
“Jika ada ternak yang dicurigai PMK, segera laporkan ke petugas. Pisahkan hewan yang terinfeksi, terapkan biosekuriti secara maksimal, batasi keluar-masuk orang dan kendaraan, serta lakukan disinfeksi kandang dan lingkungan,” tegasnya.
Selain PMK, DKPP Kabupaten Purworejo juga mengingatkan potensi ancaman Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol pada sapi. LSD merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus.
Gejala LSD di antaranya muncul benjolan pada kulit, demam tinggi, ternak tampak lesu, nafsu makan menurun, pembengkakan kelenjar getah bening, serta leleran pada mata dan hidung.
Penyakit ini dapat menular melalui gigitan serangga, kontak langsung antarternak, maupun peralatan yang terkontaminasi.
“Upaya pencegahan LSD meliputi vaksinasi, isolasi sapi yang terinfeksi, pemberantasan vektor serangga, serta disinfeksi kandang. Kami mengimbau peternak segera melapor jika menemukan gejala LSD pada ternaknya,” jelas Sri Widarti.
Melalui kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, DKPP Kabupaten Purworejo berharap kesehatan ternak tetap terjaga dan potensi kerugian peternak akibat penyakit hewan dapat diminimalkan. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








