PURWODADI, purworejo24.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ketangi menggelar puncak kegiatan Projek Penguatan Kokurikuler berupa Gebyar Kreasi Galon Lukis pada Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian kokurikuler yang telah dilaksanakan sejak Senin (15/12/2025) dan diikuti oleh seluruh siswa kelas I hingga kelas VI.
Kepala SDN Ketangi, Sri Wahyuningsih, mengatakan bahwa projek kokurikuler kali ini difokuskan pada pengembangan kreativitas siswa melalui pemanfaatan barang bekas, khususnya galon air mineral.
Tema yang diangkat adalah alam, dengan objek lukisan berupa hewan dan tumbuhan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kreativitas anak-anak sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Selama ini kami melihat kesadaran siswa terhadap pengelolaan sampah masih kurang, sehingga kami berharap mereka belajar memanfaatkan sampah di sekitar menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Sri Wahyuningsih.
Ia menjelaskan, kegiatan kokurikuler dilaksanakan sebagai penguatan di akhir semester dan dirancang secara berkesinambungan.
Untuk tahun ajaran ini, sekolah mengacu pada tema besar 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang kemudian dikerucutkan pada isu kesehatan lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas.
“Anak-anak sangat antusias karena mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi bisa menuangkan ide dan imajinasi mereka dalam bentuk karya seni. Dalam kegiatan ini, peran orang tua juga sangat penting sebagai pendamping,” tambahnya.
Pengawas SD Kecamatan Purwodadi sekaligus juri lomba, Sauriyah Haryati, memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Gebyar Kreasi Galon Lukis merupakan kegiatan luar biasa yang mampu menampilkan kreativitas sekaligus karakter siswa.
“Selain kreativitas, di sini juga terlihat potensi sosial anak, seperti kerja sama, kekompakan, dan kolaborasi. Yang lebih luar biasa lagi, ada keterlibatan orang tua, terutama pada kelas I, II, dan III. Hal ini sangat membantu dan menghasilkan karya yang bagus dan kreatif,” ungkapnya.
Ia menilai, pemanfaatan barang bekas yang diolah menjadi karya seni bernilai estetis layak dijadikan contoh bagi sekolah lain.
“Ini bisa menjadi pilot project yang baik. Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut dan dapat ditularkan ke sekolah-sekolah lain,” katanya.

Salah satu siswa kelas VI, Naufal, mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami melukis galon-galon bekas, ada lima galon yang kami kerjakan bersama. Pengerjaannya selama empat hari, dari Senin sampai Kamis. Kegiatannya seru karena idenya dari kami semua dan membuat kami bisa bekerja sama,” tuturnya.
Melalui Gebyar Kreasi Galon Lukis, SDN Ketangi berharap dapat menumbuhkan karakter kreatif, peduli lingkungan, serta kemampuan kolaborasi siswa sejak usia dini, sekaligus menggali potensi bakat mereka di bidang seni dan keterampilan lainnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







