Ekonomi

WBP Wanita Rutan Purworejo Ikuti Pelatihan Pembuatan Geblek, Dorong Kemandirian Ekonomi

27
×

WBP Wanita Rutan Purworejo Ikuti Pelatihan Pembuatan Geblek, Dorong Kemandirian Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Saat pelatihan
Saat pelatihan

PIRWOREJO, purworejo24.com – Sebanyak 12 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) wanita di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Purworejo mengikuti pelatihan pembuatan makanan tradisional geblek, salah satu kuliner khas Kabupaten Purworejo yang telah dikenal luas.

Pelatihan yang digelar di Aula Rutan, pada tanggal 10 November 2025 lalu tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme, sebagai upaya pembinaan untuk meningkatkan bekal keterampilan dan kemandirian bagi para WBP.

Kepala Rutan Purworejo, David Saptoaji Putra, hadir langsung sekaligus turut mendampingi peserta dalam proses pembuatan geblek.

Ia menegaskan bahwa pelatihan ini bagian dari program pembinaan kemandirian yang rutin dilaksanakan sebagai bekal produktif bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Kami ingin para WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan keterampilan nyata yang bisa digunakan sebagai peluang usaha ketika mereka bebas nantinya,” ujarnya, saat ditemui pada Sabtu (29/11/2025).

Pelatihan dipandu oleh Pembina Kemandirian, Bachtiar Atta, yang memaparkan langkah-langkah pembuatan geblek mulai dari pengolahan bahan baku, teknik pengadonan, pengepresan, hingga penggorengan agar menghasilkan tekstur kenyal dan cita rasa autentik khas Purworejo.

Para peserta juga langsung mempraktikkan setiap tahapan dengan pendampingan intensif.

Hal menarik dari pelatihan ini ialah inovasi produk akhir yang tidak hanya berupa geblek siap konsumsi, tetapi juga dikembangkan dalam bentuk frozen food untuk meningkatkan daya simpan serta nilai jual.

Dengan demikian, WBP tidak hanya belajar mengolah makanan tradisional, namun juga mendapatkan wawasan tentang peluang pemasaran produk kuliner.

Melalui kegiatan ini, Rutan Purworejo menegaskan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang berkelanjutan—mencakup pembentukan mental, keterampilan, hingga peluang kemandirian ekonomi.

Pelatihan diharapkan menjadi langkah nyata untuk membuka jalan baru bagi para WBP, sehingga saat kembali ke masyarakat mereka memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri dan bernilai ekonomi. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.