Religi

Ribuan Jamaah Padati ANFA Kota Bersholawat, Purworejo Bergema dengan Sholawat Cinta Rasul

94
×

Ribuan Jamaah Padati ANFA Kota Bersholawat, Purworejo Bergema dengan Sholawat Cinta Rasul

Sebarkan artikel ini
Suasana kegiatan ANFA Kota Bersholawat
Suasana kegiatan ANFA Kota Bersholawat

PURWOREJO, purworejo24.com – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Purworejo kembali menunjukkan kiprahnya dalam menebarkan syiar Islam rahmatan lil ‘alamin melalui jalan budaya dan sholawat.

Melalui kegiatan bertajuk ANFA Kota Bersholawat, kedua organisasi ini sukses menggelar malam penuh keberkahan yang menghadirkan ribuan jamaah di kawasan eks Pasar Suronegaran, Sabtu (8/11/2025) malam.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua sosok istimewa, Sayid Alwi Al Habsyi dari Pekalongan dan penyanyi religi nasional Hadad Alwi, pelantun lagu legendaris Ya Thoybah. Keduanya tampil memukau, menggetarkan hati ribuan jamaah yang datang dari berbagai penjuru Kabupaten Purworejo.

Sejak sore hari, lautan jamaah sudah memenuhi lokasi acara. Meski sempat diguyur hujan, semangat mereka tak surut sedikit pun. Dengan penuh antusias, para hadirin tetap bertahan sambil melantunkan sholawat bersama, menciptakan suasana religius yang syahdu dan penuh kehangatan.

Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Ansor, dan Mars Fatayat, yang dibawakan oleh Ranting Sidomulyo—pemenang lomba paduan suara PAC Fatayat Kota dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2025. Lantunan tersebut membangkitkan semangat kebangsaan dan ke-NU-an di tengah guyuran hujan malam itu.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Purworejo KH R. Dawud Masykuri, Ketua PCNU H. Muhammad Haekal, S.Pd.I, Ketua MWCNU KR. Naufal Badillah, Habib Najib Ba’abud (Imam Masjid Agung Purworejo), para Gawagies Purworejo, serta unsur Forkopimcam Purworejo—antara lain Camat, Kapolsek, Danramil, dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Purworejo.

Kehadiran para tokoh agama dan pemerintahan menambah semarak sekaligus memperlihatkan sinergi antara ulama dan umara.

Ketua Panitia ANFA Kota Bersholawat Zulfikar Tasyrikon Ni’am, didampingi Ketua PAC GP Ansor Abdul Hamid dan Ketua PAC Fatayat NU Ratnawati Ulfah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara yang sangat meriah ini. Meski diguyur hujan, semangat para jamaah, sahabat Ansor, dan Fatayat tidak pernah surut. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua serta menambah kecintaan kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.

Puncak acara berlangsung khidmat dan penuh haru saat Hadad Alwi tampil membawakan sekitar sepuluh lagu bertema cinta Rasul, termasuk Ya Thoybah. Ribuan jamaah larut dalam lantunan sholawat yang menggema di langit Purworejo. Banyak di antara mereka yang meneteskan air mata, tersentuh oleh keindahan suara dan pesan cinta Rasul yang disampaikan lewat tembang-tembang religi tersebut.

Menurut panitia, ANFA Kota Bersholawat tidak hanya menjadi ajang hiburan rohani, tetapi juga media dakwah kultural untuk memperkuat identitas keislaman dan kebangsaan warga NU. Melalui sholawat, generasi muda diajak meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Menjelang akhir acara, suasana kian khidmat ketika Sayid Alwi Al Habsyi memimpin mahalul qiyam yang diikuti ribuan jamaah dengan penuh penghayatan. Suara lantunan sholawat bersatu dalam harmoni, menciptakan getaran spiritual yang begitu mendalam.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MWCNU Purworejo KR. Naufal Badillah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan mengajak seluruh kader NU untuk terus menghidupkan tradisi sholawat sebagai wujud cinta dan ketaatan kepada Rasulullah SAW.

Sholawat adalah jalan menuju ketenangan dan keberkahan. Di mana ada sholawat, di situ ada kasih sayang Allah dan cinta Rasulullah. Mari terus hidupkan tradisi ini agar masyarakat kita senantiasa mendapat limpahan rahmat,” tuturnya.

Malam itu, Purworejo benar-benar menjadi kota bersholawat—tempat di mana cinta kepada Rasulullah SAW dipancarkan melalui suara, irama, dan keikhlasan hati umat. Ribuan jamaah pulang dengan wajah cerah dan hati yang penuh keteduhan.(P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.