PURWOREJO, purworejo24.com — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyatakan keprihatinan mendalam atas sejumlah kasus perundungan dan kekerasan antar siswa yang terjadi di Kabupaten Purworejo dalam beberapa waktu terakhir.
Para orang tua diminta ikut memperkuat pendidikan karakter yang telah diterapkan guru di sekolah.
Ketua PGRI Purworejo, Irianto Gunawan, saat ditemui di sela kegiatan Doa Bersama HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Kecamatan Purworejo, pada Senin (24/11/2025), menegaskan bahwa pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam membentuk perilaku anak. Namun, menurutnya, perhatian sebagian orang tua terhadap pendidikan anak masih kurang.
“Pendidikan karakter yang diberikan para guru di sekolah harus mendapat dukungan penuh dari masyarakat, terutama orang tua murid. Karena ada sebagian orang tua yang tidak mendukung. Mereka malas tahu dengan anaknya, sehingga anaknya di sekolah tidak sesuai dengan harapan guru. Guru juga mau menegur takut, karena saat guru menegur nanti orang tuanya marah,” ujarnya.
Gunawan menilai, beberapa kasus perundungan dan kekerasan yang mencuat belakangan ini, termasuk yang menimpa dua siswa SMP Purworejo, merupakan dampak kurangnya perhatian orang tua. Di sisi lain, guru yang ingin memberikan perhatian penuh sering kali menjadi ragu karena khawatir akan muncul persoalan baru.
“Dahulu guru memberikan perhatian sepenuh hati karena menganggap murid sebagai anak mereka sendiri, namun sekarang paradigma seperti itu sudah bergeser,” imbuhnya.
Terkait video penganiayaan siswa yang viral di media sosial, Gunawan menilai tindakan tersebut sudah sangat keterlaluan karena pelaku melakukan pemukulan brutal terhadap korban.
“Kalau hanya pembullyan mungkin masih bisa dimediasi. Ini sudah pembullyan dan penganiayaan, ini sangat berat sekali. Harus ditindaklanjuti,” tegasnya.
Meski demikian, Gunawan berharap agar siswa yang berhadapan dengan hukum tetap mendapat pendampingan dan pembinaan yang baik. Ia menegaskan bahwa hak anak, termasuk hak mendapatkan pendidikan, harus tetap dipenuhi.
“Orang itu tidak selamanya jelek, dan belum tentu yang sekarang baik nanti akan tetap baik. Anak-anak yang berhadapan dengan hukum harus tetap kita rangkul dan kita bina sepenuh hati,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







