PURWOREJO, purworejo24.com — Pemerintah Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan, mulai membangun Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pusat pengembangan ekonomi desa.
Pembangunan gedung yang berada di Pedukuhan Gandu itu kini telah mencapai 22 persen sejak dimulai pada 3 November 2025.
Kepala Desa Dukuhrejo, Suhadi, menjelaskan bahwa lokasi gerai KDMP ditetapkan melalui musyawarah desa khusus (musdesus) setelah pihaknya mendapat pemberitahuan dari Kodim 0708 Purworejo mengenai perlunya lahan pembangunan gerai.
Desa kemudian menyepakati pembangunan gedung dipusatkan di RT 2 RW 1 Pedukuhan Gandu, yang diproyeksikan sebagai sentra ekonomi desa.
“Lahan yang digunakan adalah aset desa seluas 2.200 meter persegi. Ukuran bangunan gerainya 30 x 20 meter. Pembangunan sudah berjalan 22 hari dan progresnya 22 persen. Pekerjaan dilaksanakan selaman 12 minggu, pertengahan Januari tahun depan bangunan harus sudah selesai,” jelas Suhadi, saat ditemui pada Selasa (25/11/2025).
Pembangunan gerai KDMP ini memiliki pagu Rp1 miliar dengan skema pencairan lima termin masing-masing Rp200 juta.
Termin pertama telah dicairkan dan sedang digunakan untuk pengerjaan awal.
Suhadi menyebut Desa Dukuhrejo terdiri dari tiga pedukuhan, yakni Gandu, Kepek, dan Dukuh.
Pedukuhan Kepek merupakan pusat pemerintahan, sedangkan Pedukuhan Dukuh menjadi kawasan industri karena adanya pabrik. Gandu nantinya difokuskan sebagai pusat ekonomi desa.
Unit usaha yang akan dikembangkan melalui Gerai KDMP antara lain Apotek Desa, Klinik Desa, Pertanian, Sembako, Gas Elpiji, Pengembangan pupuk, dan Promosi produk lokal seperti bata merah, bata hias, dan krosel.
“Program dari pusat ini kami dukung penuh. Gerai KDMP diharapkan menjadi penggerak ekonomi warga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Antusiasme warga meningkat setelah pembangunan gedung dimulai. Keanggotaan koperasi yang awalnya hanya 20 orang, kini sudah mencapai 45 anggota.
“Dulu pengurus sempat ragu karena belum ada kantor. Sekarang setelah bangunan mulai berdiri, banyak warga yang menanyakan cara bergabung. Kami akan terus menggerakkan masyarakat untuk menjadi anggota,” tambahnya.
Mayoritas potensi Dukuhrejo berada pada sektor pertanian, terutama padi.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPPAPMD) Kabupaten Purworejo, Laksana Sakti, menyampaikan bahwa dinas saat ini sedang mendampingi camat dan desa dalam pendataan calon lahan pembangunan gerai KDMP di seluruh Purworejo.
“Kami memverifikasi lahan yang diajukan desa, utamanya kesesuaian dengan RTRW dan memastikan tidak berada di lahan hijau. Minimal luas yang ideal adalah 1.000 meter persegi dan diharapkan lahan kering,” jelas Laksana.
Hingga kini, ada 79 lokasi yang telah diverifikasi oleh DPUPR.
Pembangunan gerai koperasi ini merupakan program nasional yang dilaksanakan oleh BUMN PT Agrinas melalui kerja sama (MoU) dengan TNI.
Pengawalan pembangunan akan dilakukan bersama TNI di tiap daerah.
Gerai KDMP akan dibangun dengan desain seragam di seluruh Indonesia, mulai dari model bangunan hingga warna.
Fasilitasnya mencakup ruang kantor serta ruang usaha yang dapat disesuaikan dengan unit usaha koperasi di masing-masing desa.
“Di Purworejo ada 454 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Harapannya semuanya nanti memiliki bangunan gerai. Karena ini program nasional, proses perizinan akan dipermudah,” tegasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







