PURWOREJO, purworejo24.com – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Purworejo.
Tim pelajar SMA Negeri 7 Purworejo berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 kategori Inovasi Teknologi pada ajang bergengsi International Match Montage Creative, Innovative, Robotic, & Technology Competition 2025 (I-CHiRO ’25) yang digelar di IPG Tengku Ampuan Afzan Campus, Kuala Lipis, Pahang, Malaysia, pada 25–26 Oktober 2025.
Kompetisi bertaraf internasional ini mempertemukan para pelajar dan peneliti muda dari berbagai negara dalam bidang kreativitas, inovasi, robotika, dan teknologi.
I-CHiRO ’25 menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk menumbuhkan budaya berpikir futuristik, sekaligus memperkuat pendidikan berbasis TVET (Technical and Vocational Education and Training) dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Tim SMA Negeri 7 Purworejo yang beranggotakan Melissa, Khumaira, Putri Aulia, Wisty, Vania, Azkia, Princessa, dan Dewa Nasywa tampil memukau dengan proyek inovatif mereka berjudul “Mesin Detector Uang Palsu dan Inovasi Kertas Klobot Jagung.”
Karya ini menggabungkan dua konsep unggulan — teknologi pendeteksi uang palsu yang sederhana namun efektif, serta inovasi pemanfaatan limbah klobot jagung menjadi bahan kertas ramah lingkungan.
Ketua tim, Melissa, menjelaskan bahwa ide ini lahir dari kepedulian terhadap maraknya peredaran uang palsu dan meningkatnya volume limbah pertanian di masyarakat.
“Kami ingin menciptakan solusi yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga bisa diterapkan dengan biaya terjangkau dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dalam kategori Inovasi, tim dari Purworejo harus bersaing ketat dengan ratusan peserta dari berbagai negara, termasuk tim-tim unggulan dari Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Namun berkat orisinalitas ide, ketepatan penerapan teknologi, serta nilai kebermanfaatan sosial yang tinggi, tim SMA N 7 Purworejo berhasil menyabet predikat juara pertama.
Kepala SMA Negeri 7 Purworejo, Niken Wahyuni, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian luar biasa ini.
“Kemenangan ini adalah hasil kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi panjang — bukan hanya dari para siswa, tetapi juga dari guru pembimbing yang tak kenal lelah mendampingi mereka. Prestasi ini membuktikan bahwa pendidikan berbasis STEM dan TVET di Purworejo mampu bersaing bahkan unggul di kancah internasional,” tuturnya.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas dan inovasi generasi muda Indonesia terus berkembang pesat. Prestasi ini diharapkan menjadi momentum emas untuk memacu semangat pelajar lain agar berani berinovasi, berpikir kritis, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kami ingin membawa semangat ini pulang ke sekolah dan menginspirasi teman-teman lain bahwa tidak ada batas bagi anak daerah untuk berprestasi di dunia global,” pungkas Melissa. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








