Kuliner

Kedai Mbah Joko Mulyo Kini Hadir di Jalan Krendetan–Purwodadi, Sajikan Nuansa Alami dan Menu Andalan Ikan Besar

113
×

Kedai Mbah Joko Mulyo Kini Hadir di Jalan Krendetan–Purwodadi, Sajikan Nuansa Alami dan Menu Andalan Ikan Besar

Sebarkan artikel ini
Kedai MbahJoko Mulyo yang pindah di jalan Krendetan- Purwodadi (Dusun Kediren, Desa Bagelen)
Kedai MbahJoko Mulyo yang pindah di jalan Krendetan- Purwodadi (Dusun Kediren, Desa Bagelen)

BAGELEN, purworejo24.com – Pecinta kuliner khas nusantara kini punya destinasi baru untuk menikmati sajian lezat bernuansa pedesaan.

Kedai Mbah Joko Mulyo, yang sebelumnya berada di Desa Purwodadi, kini resmi pindah lokasi ke Dusun Kediren, Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, tepat di tepi jalan utama Krendetan–Purwodadi.

Pembukaan kedai baru ini ditandai dengan selamatan dan doa bersama para tokoh serta warga setempat pada Kamis (30/10/2025) malam, dilanjutkan dengan acara mencicipi menu andalan pada Jumat (31/10/2025) siang.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal, seiring doa agar usaha kuliner tersebut semakin maju dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Bangunan kedai yang mengusung konsep rumah joglo tradisional tampil memikat di antara panorama alam khas pedesaan.

Nuansa alami dan udara sejuk menjadikan Kedai Mbah Joko Mulyo tempat yang pas untuk bersantai bersama keluarga maupun rekan.

Owner Kedai Mbah Joko Mulyo, Prajoko, menjelaskan bahwa kepindahan kedai dilakukan karena masa kontrak tempat lama sudah habis dan tidak bisa diperpanjang.

Alhamdulillah, kami dapat tempat yang lebih bagus dari sebelumnya. Di sini nuansanya lebih alami, pemandangannya indah, mudah-mudahan Kedai Mbah Joko Mulyo di lokasi baru ini semakin maju,” ungkapnya saat ditemui disela pembukaan kedai, pada Jumat (31/10/2025) siang.

Meski berpindah tempat, menu yang disajikan tetap mempertahankan ciri khas lama.

Aneka olahan seafood masih menjadi unggulan, seperti ikan bakar asam manis, asem-asem ikan, ikan gabu-gabu, dan sop ikan. Selain itu, tersedia pula ayam geprek, ayam penyet, nasi goreng, capcai, dan buluhai.

Andalan kami tetap di ikan besar, beratnya bisa sampai 1,5 hingga 3 kilogram. Satu ikan bisa dinikmati 10 orang. Biasanya menu ikan bakar asam manis yang paling laris,” tutur Prajoko.

Selain menu utama, ke depan pihaknya berencana menambahkan kuliner khas tradisional Bagelen, seperti apem dan srabi susruk yang kini mulai langka.

Kalau di daerah sini sudah jarang yang jual apem dan srabi susruk. Insyaallah nanti kami hadirkan lagi, harganya pun tetap menyesuaikan pasar, seribu ya seribu,” tambahnya.

Kedai Mbah Joko Mulyo buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga 02.00 atau 03.00 dini hari. Jam operasional panjang ini mempertahankan karakter pelanggan lamanya yang gemar berkunjung malam hari, sekaligus menambah layanan untuk pengunjung siang.

Usaha kuliner ini sudah berdiri sejak tujuh tahun lalu, dengan perjalanan dari lokasi pertama di timur perempatan Purwodadi, kemudian pindah ke selatan BRI Purwodadi selama lima tahun, dan kini menetap di Jalan Krendetan–Purwodadi.

Prajoko berharap, keberadaan kedai barunya dapat menjadi magnet baru bagi wisata kuliner di wilayah Bagelen.

Mudah-mudahan Kedai Mbah Joko Mulyo bisa membawa suasana baru di Kediren, membuat wilayah ini makin ramai dan maju. Kami juga ingin memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ucapnya.

Ia juga mengajak warga sekitar untuk turut berani berwirausaha.

Bagi saya, sesama pelaku usaha itu bukan pesaing, tapi partner. Mari kita berlomba membuat masakan terbaik, saling tukar pengalaman, dan sama-sama maju,” pesannya.

Dengan pemandangan indah, bangunan joglo khas Jawa, dan cita rasa yang menggugah, Kedai Mbah Joko Mulyo siap menjadi ikon kuliner baru di jalur Krendetan–Purwodadi. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.