PertanianSosial

Air Tak Lagi Langka, Program UGM Bikin Warga Purworejo Panen Tiga Kali Setahun

52
×

Air Tak Lagi Langka, Program UGM Bikin Warga Purworejo Panen Tiga Kali Setahun

Sebarkan artikel ini
Foto bersama
Foto bersama

PURWOREJO, Purworejo24.com – Program pemberdayaan masyarakat yang digagas Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama alumni SMA Negeri 1 Purworejo (Muda Ganesha), alumni SMP Negeri 8 Purworejo (Ikadela), dan Kagama berhasil mengubah wajah desa-desa di Purworejo.

Melalui kerja sama lintas lembaga dan komunitas ini, total 11 sumur bor kini telah dibangun dan dimanfaatkan untuk air bersih serta irigasi pertanian di berbagai kecamatan.

Koordinator program pemberdayaan masyarakat, Sudaryatno, menjelaskan bahwa inisiatif ini berawal dari penelitian potensi air tanah di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogowonto pada tahun 2004.

Hasil penelitian tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pembangunan sumur bor pertama di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, yang saat ini telah mengairi sekitar 5 hektare lahan sawah dan melayani 200 kepala keluarga.

Sebelum ada sumur bor, masyarakat harus antre air hingga tengah malam dan sering membeli air galon. Sekarang, mereka cukup membayar Rp30.000 per bulan untuk mendapatkan air bersih yang mengalir 24 jam,” ungkap Sudaryatno didampingi Peni Setyowati dari Pengurus Pusat Kagama Bidang Pemberdayaan Masyarakat UMKM pada Jumat (31/10/2025).

Sudaryatno menyebut, keberadaan sumur bor itu terbukti meningkatkan produktivitas pertanian. Warga yang sebelumnya hanya mampu panen dua kali setahun, kini bisa panen hingga tiga bahkan empat kali setahun berkat ketersediaan air irigasi sepanjang tahun.

Dulu banyak lahan yang puso di musim kemarau. Sekarang dengan sistem irigasi dari sumur bor, ada yang sudah mencapai MT3 bahkan MT4 menggunakan varietas IR70,” tambahnya.

Selain Karangrejo, program ini telah merambah ke sejumlah desa lain di Purworejo. Pada program periode kedua tahun 2025, dibangun enam sumur bor baru yang tersebar di Desa Mendiro, Kecamatan Ngombol (2 titik), Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi (3 titik) dan Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen (1 titik).

Selain itu, kegiatan juga meliputi pengadaan air bersih di Desa Girimulyo, Kecamatan Kemiri. Dengan tambahan ini, total sudah ada 11 titik sumur bor yang aktif beroperasi dan membantu warga di berbagai wilayah.

Sementara itu Pengurus Pusat Kagama Bidang Dandung Sri Harninto Bidang Pemberdayaan Masyarakat UMKM yang diwakili oleh Peni Setyowati menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi banyak pihak, mulai dari dana hibah Sekolah Pascasarjana UGM, kontribusi alumni, hingga dukungan dari program pemerintah seperti Pamsimas.

Kami ingin menunjukkan bahwa sinergi antara kampus, alumni, dan masyarakat bisa menghadirkan solusi nyata bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan warga desa,” tegasnya.

Ke depan, Kagama bersama Sekolah Pascasarjana UGM berkomitmen untuk memperluas program ini ke wilayah lain di Kabupaten Purworejo. Tidak hanya pembangunan sumur bor, rencana juga mencakup pembangunan jembatan antarwilayah dan program penurunan angka stunting.

Harapannya, sinergi ini terus berlanjut hingga 2030. Kami ingin bersama-sama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Purworejo,” pungkas Peni. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.