Pendidikan

16 Sekolah di Purworejo Terima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Senilai Rp12,5 Miliar

145
×

16 Sekolah di Purworejo Terima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Senilai Rp12,5 Miliar

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Perizinan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Sigit Supriyanto
Kepala Bidang Perizinan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Sigit Supriyanto

PURWOREJO, purworejo24.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Purworejo kembali mendapatkan angin segar.

Tahun 2025 ini, sebanyak 16 satuan pendidikan di wilayah tersebut menerima program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Program ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Tanah Air.

Kepala Bidang Perizinan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Sigit Supriyanto, mengungkapkan bahwa revitalisasi satuan pendidikan menjadi langkah nyata pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas.

Alhamdulillah, untuk Kabupaten Purworejo ini mendapatkan program revitalisasi untuk SD sebanyak 7 sekolah, SMP 6 sekolah, dan PAUD 3 sekolah. Jadi totalnya ada 16 satuan pendidikan,” ungkap Sigit, saat ditemui pada Senin (13/10/2025).

Menurutnya, total anggaran program revitalisasi mencapai Rp12,5 miliar yang bersumber dari APBN. Dana tersebut diberikan langsung kepada masing-masing sekolah penerima melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berperan dalam pendampingan dan monitoring pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai aturan dan petunjuk teknis yang berlaku.

Kami mengharapkan agar sekolah-sekolah penerima program dapat mematuhi seluruh ketentuan dan juknis yang ada. Dengan begitu, hasil revitalisasi bisa benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Purworejo,” tegas Sigit.

Ia menambahkan, data penerima program ini didasarkan pada Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang berisi kondisi bangunan sekolah. Sekolah dengan gedung yang rusak atau membutuhkan rehabilitasi menjadi prioritas untuk menerima bantuan revitalisasi.

Lebih lanjut, Sigit menyebutkan bahwa target penyelesaian revitalisasi direncanakan pada Desember 2025, sehingga pada awal tahun berikutnya, seluruh fasilitas pendidikan tersebut sudah bisa digunakan oleh peserta didik.

Diharapkan nanti di bulan Desember semua sekolah penerima revitalisasi sudah selesai pembangunannya dan bisa langsung dimanfaatkan. Dengan begitu, peserta didik bisa belajar dengan lebih baik, lebih nyaman, dan aman,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, kondisi infrastruktur pendidikan di Purworejo semakin membaik. Jika sebelumnya lebih dari 10 persen sekolah berada dalam kondisi kurang layak, kini jumlahnya menurun signifikan berkat berbagai program perbaikan dan rehabilitasi ruang kelas, ruang guru, hingga fasilitas sanitasi.

Mudah-mudahan ke depan, satuan pendidikan di Purworejo semakin layak, semakin aman, dan semakin mendukung terciptanya ekosistem belajar yang sehat serta melahirkan generasi emas untuk Indonesia,” tutupnya. (P2/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.