PURWOREJO, purworejo24.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMP Negeri 1 Purworejo. Sebanyak tujuh siswanya berhasil lolos seleksi masuk SMA Taruna Nusantara (TN) pada tahun 2026. Capaian ini menjadi yang terbanyak di Kabupaten Purworejo, sekaligus menegaskan kualitas pendidikan dan pembinaan siswa di sekolah tersebut.
Ketujuh siswa yang berhasil diterima yakni Yasmine Rey Keyra, Lintang Mutiqotul Hidayah, Muchammad Ghaffar Ghaisani Sukirno, Tirta Bayu Sanjaya, Panji Mukti Wibowo, Bagas Adi Prastanto, dan Arfat Nezar Prasojo.
Kepala SMPN 1 Purworejo, Warno Dwi Antoro, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan para siswa. Ia menilai, pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta proses panjang yang dijalani para siswa.
“Alhamdulillah, dibandingkan tahun lalu, tahun ini jumlah peminat yang mengikuti seleksi dan yang dinyatakan lolos lebih banyak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).
Pada tahun ini, tercatat sebanyak 30 siswa SMPN 1 Purworejo mengikuti seleksi masuk SMA TN. Seleksi tersebut meliputi berbagai tahapan ketat, mulai dari administrasi, tes akademik, kesehatan, hingga wawancara.
Dari jumlah tersebut, tujuh siswa dinyatakan lolos dan telah menerima pemberitahuan resmi serta melakukan daftar ulang.
Menurut Warno, seluruh siswa yang lolos merupakan pelajar berprestasi. Bahkan, salah satunya, Arfat Nezar Prasojo, pernah meraih peringkat pertama Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPS tingkat nasional, sehingga mendapatkan undangan khusus dari SMA TN.
“Prestasi ini tidak diraih secara instan. Ini buah dari ketekunan dan konsistensi dalam belajar serta berlatih. Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya,” tambahnya, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Prayogi.
Perjalanan para siswa menuju SMA TN juga tak lepas dari peran guru pendamping, yakni Hesti Sindi Puspita dan Galuh Eka Zetty.
Hesti mengungkapkan, persiapan para siswa bahkan sudah dimulai sejak mereka duduk di bangku kelas 7.
“Usaha mereka luar biasa dan dilakukan secara konsisten sejak awal. Jadi keberhasilan ini bukan sesuatu yang datang tiba-tiba, melainkan hasil dari proses panjang,” jelasnya.
Ia mencontohkan sosok Bagas Adi Prastanto, siswa asal Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Purworejo, yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam mempersiapkan diri. Bagas kerap berjalan kaki ke sekolah sebagai bagian dari latihan fisik, serta menjaga kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagas juga sangat disiplin, termasuk dalam menjalankan ibadah. Bahkan selama proses seleksi, ia berkomitmen untuk khatam Al-Qur’an. Jadi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan spiritualitas yang kuat,” imbuhnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kombinasi antara kerja keras, disiplin, dukungan sekolah, serta pembinaan karakter yang baik mampu mengantarkan siswa meraih prestasi di tingkat nasional.
Diharapkan, capaian tersebut dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







