PURWOREJO, purworejo24.com – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) sukses menyelenggarakan Grand Final Lomba Duta Antibullying Tingkat SMA/SMK/MA se-Kedu dalam rangkaian Milad ke-61 UMPWR.
Acara berlangsung meriah pada Senin (29/9/2025) di Ruang Seminar Kampus Timur UMPWR, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari praktik perundungan.
Sebelumnya, sebanyak 43 peserta dari berbagai sekolah di wilayah Kedu telah mengirimkan karya dan gagasan secara daring. Setelah melalui tahap seleksi, terpilih 10 finalis terbaik yang diundang untuk mempresentasikan ide serta kampanye kreatif mereka di hadapan dewan juri.
Ketua Panitia Milad ke-61, Dr. Sapardiyono, M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata kampus dalam menumbuhkan ekosistem pendidikan yang bebas kekerasan.
“Kami ingin membangun budaya sekolah dan kampus yang anti perundungan. Terima kasih kepada para guru, juri, serta semua pihak yang telah mendukung sehingga para siswa dapat tampil menjadi duta antibullying,” ujarnya.
Wakil Rektor II Dr. Muhamad Taufik, M.T., menambahkan bahwa Milad UMPWR tidak sekadar perayaan seremonial usia kampus, melainkan momentum refleksi atas pencapaian sekaligus penentuan arah ke depan.
“Melalui lomba duta antibullying ini, UMPWR menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda. Harapannya mereka tumbuh menjadi pribadi yang peka terhadap lingkungan, khususnya dalam upaya mencegah praktik bullying,” jelasnya.
Pada babak final, para peserta memaparkan program dan video kreatif seputar kampanye antibullying.
Presentasi dinilai dari kemampuan komunikasi, pemahaman isu, serta komitmen, sedangkan karya video dinilai dari pesan, kreativitas, pengaruh, orisinalitas, dan kualitas sinematografi.
Penilaian video juga melibatkan voting online yang diikuti 7.583 masyarakat umum.
Dewan juri akhirnya menetapkan para pemenang yaitu Juara 1 diraih oleh Nafatya Dian Marta dari SMA N 9 Purworejo, Juara 2 diraih oleh Dastin Riski Adi Kurniawan dari SMA N 5 Purworejo dan Juara 3 diraih oleh Arif Iman Wicaksono dari SMA N 3 Purworejo), sedangkan Juara Favorit diraih oleh Aisyah Ayu Dhewanti dari SMK Muhammadiyah 2 Muntilan.
Para juara mendapatkan piagam penghargaan, trofi, dan hadiah menarik dari panitia Milad UMPWR.

Selain lomba, UMPWR juga resmi meluncurkan Pusat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Kampus Aman, Inklusif, dan Bebas Kekerasan”, pembentukan Satgas ini merupakan tindak lanjut atas amanah Peraturan Mendikbudristek RI Nomor 55 Tahun 2024.
Satgas PPKPT UMPWR dibentuk melalui SK Rektor Nomor 039/KEP/II.3.AU/A/2025 dengan masa kerja 2025–2027. Satgas terdiri dari tujuh orang perwakilan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Pada sesi launching, Wanodya Kusumastuti, M.Psi., memaparkan definisi serta jenis-jenis kekerasan yang mungkin terjadi di perguruan tinggi.
Sementara itu, Ketua Satgas Nurmansyah Alami, M.T., menjelaskan tata cara pelaporan bagi sivitas akademika yang mengalami kekerasan.
“Laporan dapat dilakukan melalui website resmi https://ppkpt.umpwr.ac.id/. Kami menjamin kerahasiaan dan selalu mengutamakan perlindungan korban,” tegasnya.
Terpisah, Rektor UMPWR, Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., menekankan bahwa keberadaan Satgas ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman.
“Kami ingin memastikan seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan merasa terlindungi dan nyaman. Harapannya Satgas ini menjadi sarana efektif dalam mencegah sekaligus menangani kekerasan di kampus,” ungkapnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








