PURWOREJO, purworejo24.com – Kabupaten Purworejo menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang mendapat perhatian khusus dalam program Instruksi Presiden (Inpres) terkait pembangunan sumur bor untuk ketahanan pangan.
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman, sehingga petani bisa kembali melakukan tanam pada musim tanam (MT) ketiga.
Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Purworejo, Yogo Triyanto Rudito, menjelaskan bahwa Jawa Tengah memperoleh 70 paket program sumur bor, dan Purworejo mendapat jatah 20 paket.
Pelaksana pembangunan dipercayakan kepada BUMN, dengan PT MIKA mengerjakan proyek di Jawa Tengah, sementara di DIY dikerjakan oleh PT Adikarya.
“Alhamdulillah, minggu kemarin dan minggu ini semua titik sudah mulai dikerjakan. Targetnya selesai pada Desember 2025. Setiap titik sumur terdiri dari tiga kegiatan utama, yaitu pengeboran dengan kedalaman 105–120 meter, pembangunan infrastruktur berupa gedung dan pagar di lahan 9×9 meter, serta jaringan irigasi melalui pemasangan pipa peralon sepanjang 1 kilometer,” terang Yogo, pada Sabtu (20/9/2025).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti bangunan tempat mesin, kamar mandi, WC, dan penampungan air berkapasitas 2.000 liter.
Semua paket dikerjakan secara tuntas dan diserahkan langsung kepada desa penerima tanpa beban biaya tambahan.
Sebelumnya, Purworejo sudah menerima lima titik sumur bor pada tahap pertama yang saat ini progresnya telah mencapai 80 persen dan tinggal menyelesaikan peralonisasi.
Kelima titik tersebut berada di Kelurahan Kledung Kredenan dan Desa Golok (Kecamatan Banyuurip), Desa Pogung Kalangan (Kecamatan Bayan), Desa Wingko Tinumpuk (Kecamatan Ngombol), serta Desa Kemanukan (Kecamatan Bagelen).
Adapun 20 titik tahap kedua tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Bagelen ada Desa Bugel, Bapangsari, Kecamatan Purwodadi ada Desa Karangsari, Kebonsari, Kecamatan Ngombol ada Desa Candi, Tunjungan, Wingko Sanggrahan, Kecamatan Banyuurip ada Desa Banyuurip, Malangrejo, Bajangrejo, Seboro Krapyak, Kliwonan, Kecamatan Bayan ada Desa Pogung Kalangan, Pogung Jurutengah, Banjarrejo, Dewi, Jerakah, dan Kecamatan Kutoarjo ada Desa Bayem, Majir.
Jika dihitung dari konstruksi yang dibangun, diperkirakan nilai proyek mencapai sekitar Rp1,2 miliar per titik. Pekerjaan sendiri dimulai sejak Agustus dan harus selesai pada Desember 2025.
Yogo berharap, pemerintah desa penerima bantuan dapat menjaga dan merawat fasilitas ini setelah diserahkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) kepada Pemkab Purworejo.
“Harapan kami, bantuan ini bisa memberi manfaat berkelanjutan untuk mendukung musim tanam berikutnya, sekaligus menjaga keamanan dalam proses pembangunan hingga selesai,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








