KEBUMEN, purworejo24.com – Kondisi ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, mulai menunjukkan perbaikan. Hingga Jumat (26/9/2025) pagi, tercatat sebanyak 157 orang menjadi korban.
Kepala Puskesmas Petanahan, Sunarko Slamet, menyampaikan bahwa mayoritas pasien telah berangsur pulih.
“Sampai sekarang semua pasien kondisinya sudah baik. Mereka sudah bisa makan, perut sudah enak, dan tidak lagi pusing,” ujarnya saat ditemui di Puskesmas Petanahan, pada Jumat pagi.
Dari total korban, sebagian hanya melakukan pemeriksaan ringan ke bidan, dokter praktik mandiri, atau membeli obat sendiri. Namun, sebanyak 35 orang masih menjalani perawatan inap, terdiri dari 27 pasien di Puskesmas Petanahan dan 8 pasien di PKU Petanahan.
“Semua infus sudah kita lepas. Jika malam ini tidak ada keluhan, besok pagi mereka akan dipulangkan,” jelas Sunarko.
Lebih lanjut, Sunarko menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi evaluasi penting bagi penyedia makanan MBG. Ia menekankan perlunya standar kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap tahap, mulai dari pengolahan hingga distribusi.
“Yang diutamakan adalah kebersihan dan keamanan pangan, mulai dari ketersediaan air bersih, kualitas bahan baku, sampai penjamah makanan yang menyiapkan hidangan. Semua harus tersertifikasi,” tegasnya.
Ia juga berharap pengelola MBG memperketat pengawasan agar makanan yang disalurkan benar-benar aman untuk dikonsumsi siswa.
“Higien dan sanitasi ini syarat utama, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” harapnya.
Sementara itu, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan sudah dikirim ke Yogyakarta dan diperkirakan keluar dalam sepekan. Pihak Dinas Kesehatan Kebumen hingga kini terus melakukan pemantauan dan pendataan terkait perkembangan kondisi para korban. (P24/Widya)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








