PURWOREJO, purworejo24.com – Sebanyak 400 siswa Sekolah Dasar (SD) dari 29 sekolah di Kecamatan Bayan mengikuti ajang Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat kecamatan, Rabu (13/8/2025).
Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini memasuki pelaksanaan ke-26. Kegiatan dengan tema “Bersinergi Meraih Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045 ini berlangsung meriah dengan mempertandingkan 13 cabang lomba.
Ketua Panitia MAPSI Kecamatan Bayan, Muhammad Syarifuddin, menjelaskan bahwa lomba ini khusus bagi siswa SD pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan seni Islami.
Terdapat 13 cabang lomba yang dipertandingkan, Lomba Pengetahuan Mata Pelajaran PAI dan BTQ, Lomba Praktek Wudu dan Salat, Lomba keterampilan Ażan dan Iqāmah, Lomba Seni Tilāwatil-Qur’ān, Lomba Hifẓil-Qur’ān, Lomba Seni Khat Al-Qur’ān, Lomba Seni Kaligrafi, Lomba Seni Khiṭābah, Lomba Seni Macapat Islami, Lomba Ketrampilan Komputer Islami, Lomba Cerita Islami, Lomba Seni Menyanyi Duet Lagu Religi Berpasangan dan Lomba Seni Musik Rebana.
“MAPSI ini digelar berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, lalu ke tingkat kabupaten, hingga tingkat provinsi. Untuk tingkat Kabupaten Purworejo dijadwalkan pada 6 September 2025, sedangkan tingkat provinsi akan berlangsung di Kabupaten Purbalingga,” terang ketua Panitia saat ditemui di sela-sela kegiatan pada Rabu (13/8/2025).
Pembukaan kegiatan di Kecamatan Bayan dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Yudhie Agung, Camat Bayan, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, pengawas PAI Kabupaten Purworejo, Koordinator Wilayah Cambidik Kecamatan Bayan, serta para pengawas sekolah.
Syarifuddin menegaskan, tujuan utama kegiatan ini tidak hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga membentuk generasi berilmu dan berakhlak mulia.
“Harapannya, MAPSI dapat menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul yang memiliki prestasi, ilmu, dan akhlak mulia,” ujarnya.
MAPSI tingkat Kecamatan Bayan tahun ini berlangsung meriah dengan antusiasme peserta dan dukungan penuh dari sekolah-sekolah.
Yudhie Agung Prihatno Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo mengapresiasi penyelenggaraan lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI).
Acara tahunan ini dinilai sejalan dengan visi misi Bupati dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berdaya saing dan Purworejo yang religius.
“Tentu kita mengapresiasi karena ini sejalan dengan visi misi Bupati, bagaimana mewujudkan sumber daya manusia yang berdaya saing, yang kedua adalah Purworejo yang religius,” ujarnya.
Lomba MAPSI sendiri merupakan ajang seleksi berjenjang, dimulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi Jawa Tengah. Melalui lomba ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan siswa dalam bidang studi agama Islam dan seni Islam, serta membentuk karakter religius dan berprestasi.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo mengalokasikan dana hibah kepada Kementerian Agama (Kemenag) untuk insentif guru ngaji.
“Insentif guru ngaji memang ada. Ini merupakan dana dari Pemerintah Kabupaten Purworejo yang dihibahkan kepada Kemenag untuk diberikan kepada guru ngaji,” jelasnya.
Langkah ini, lanjutnya, merupakan salah satu perwujudan program untuk mewujudkan Purworejo yang religius, mengingat peran guru ngaji sangat penting dalam membentuk generasi muda yang saleh.
Dana hibah untuk insentif guru ngaji tersebut disalurkan melalui Kemenag, dengan leading sektornya adalah Kesra. (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









