Sosial

Dorong Jurnalisme Inklusif, YAKKUM dan Kominfostasandi Purworejo Gelar Media Gathering

57
×

Dorong Jurnalisme Inklusif, YAKKUM dan Kominfostasandi Purworejo Gelar Media Gathering

Sebarkan artikel ini
Suasana kegiatan
Suasana kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com – Dalam upaya memperkuat praktik jurnalisme yang berpihak pada penyandang disabilitas, Pusat Rehabilitasi YAKKUM bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostasandi) Kabupaten Purworejo menggelar Media Gathering bertajuk peningkatan kapasitas jurnalis dan pegiat media sosial, pada Selasa (6/8/2025).

Bertempat di RM ABK Purworejo, kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai media lokal, nasional, serta komunitas sosial dan disabilitas.

Agenda ini dirancang sebagai ruang diskusi dan refleksi untuk mendorong jurnalisme yang inklusif dan tidak menimbulkan stigma negatif terhadap kelompok difabel.

Christian Pramudya Pusat Rehabilitasi YAKKUM, menekankan pentingnya media memahami perspektif yang tepat dalam memberitakan isu-isu disabilitas.

Ia mencontohkan masih ditemukannya narasi yang terlalu vulgar dalam kasus kekerasan terhadap penyandang disabilitas, yang kemudian disebarluaskan di media sosial tanpa penyaringan.

Ini berbahaya karena bisa ditiru. Media memiliki tanggung jawab besar dalam membangun persepsi publik. Kita perlu menyuarakan hal-hal positif dan mengangkat praktik baik di masyarakat,” ujarnya.

Christian juga mengungkapkan harapan agar kegiatan ini bisa menjadi jembatan komunikasi antara YAKKUM dengan insan pers di Purworejo.

Menurutnya, sinergi antara lembaga rehabilitasi dan media sangat strategis dalam mendorong pembangunan yang ramah disabilitas.

Dalam forum ini, YAKKUM turut menyinggung penghargaan Pamomong Award yang baru saja diterima Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya terhadap isu disabilitas.

Penghargaan ini disebut sebagai simbol penting yang memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan komunitas difabel.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfostasandi Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, menggarisbawahi urgensi pemberitaan yang lebih empatik, terutama dalam menyoroti isu kesehatan jiwa. Ia menyampaikan data mencemaskan terkait peningkatan kasus bunuh diri di wilayah Purworejo dalam beberapa tahun terakhir.

Survei kesehatan jiwa menunjukkan bahwa satu dari tiga anak rentan mengalami kecemasan. Ini situasi serius. Jika tidak ditangani dengan edukasi yang tepat, bisa berujung pada tindakan fatal,” jelas Yudhie.

Ia pun mendorong jurnalis dan penggiat media sosial untuk terus menyuarakan pesan-pesan edukatif yang mampu menekan stigma sosial, serta membangun kepedulian terhadap persoalan kesehatan mental dan disabilitas.

Sebagai penguat materi, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Solidernews Yogyakarta, media yang konsisten mengangkat isu inklusivitas, serta Mukhlis, praktisi dari RSUD Prembun yang aktif mengelola konten edukasi kesehatan mental di platform digital dan Birgitta Anggrek Hapsari, selaku Kepala Bagian Sekretariat, EDP, Informasi dan Komunikasi dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM.

Media Gathering ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga memanusiakan semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas, demi terciptanya masyarakat yang lebih adil dan inklusif. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.