Seni Budaya

Festival Jolenan Somongari 2025, Semarak Tradisi Leluhur dalam Balutan Budaya Adiluhung

135
×

Festival Jolenan Somongari 2025, Semarak Tradisi Leluhur dalam Balutan Budaya Adiluhung

Sebarkan artikel ini
Tradisi jolenan
Tradisi jolenan

KALIGESING, purworejo24.com – Dalam semangat melestarikan tradisi budaya warisan leluhur, masyarakat Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo menggelar Festival Jolenan Somongari 2025 bertajuk “Perbawa Adiluhung Kaloka”, pada Selasa (5/8/2025).

Kegiatan budaya ini dipusatkan di Balai Desa Somongari dan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari warga dan pengunjung.

Festival ini merupakan bagian dari tradisi merti desa atau sedekah bumi yang rutin diselenggarakan dua tahun sekali, tepatnya setiap bulan Sapar dan hari Selasa Wage menurut penanggalan Jawa.

Beragam kegiatan budaya dan religi turut mewarnai festival, mulai dari malam tirakatan, kirab dan grebeg Jolenan, kenduri, pentas Tayub, pagelaran seni tradisional, hingga bazar UMKM yang melibatkan masyarakat setempat.

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, hadir langsung untuk membuka acara.

Ia menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat Desa Somongari dalam merawat dan menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi lokal sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap karunia Tuhan.

Sesuai dengan taglinenya ‘Perbawa Adiluhung Kaloka’, yang kalau saya boleh artikan sebagai sifat karakter luhur yang kondang, semoga seluruh warga Desa Somongari semakin dikenal karena keluhuran budinya. Dan dari situ akan lahir keberkahan dan kemajuan, tidak hanya bagi masyarakat, tapi juga untuk Pemerintah Desa Somongari,” ujar Dion.

Lebih jauh, Dion berharap Festival Jolenan bisa menjadi motor penggerak dalam mendorong tumbuhnya sektor pariwisata dan peningkatan ekonomi kreatif lokal.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian budaya ini.

Dengan sejarah panjangnya sebagai warisan budaya leluhur, sudah sepatutnya tradisi Jolenan terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan agar tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Somongari Dwi Anggoro Deskianto, menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan festival.

Menurutnya, tradisi Jolenan Somongari bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan simbol spiritual dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ini adalah sesuatu yang abadi. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkap Dwi dengan penuh harap.

Festival Jolenan Somongari 2025 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga ruang berkumpul dan berdoa bersama, memperkuat nilai-nilai gotong royong, dan menjadi daya tarik wisata budaya yang menjanjikan bagi Kaligesing dan Kabupaten Purworejo secara keseluruhan. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.