PURWOREJO, purworejo24.com – Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dan didukung oleh See You Foundation menggelar Rapat Koordinasi dan Penguatan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM), Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, pada Selasa (16/7/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Every Life Matters (ELM) yang berfokus pada pemenuhan hak kesehatan jiwa bagi penyandang disabilitas psikososial dalam lingkungan yang inklusif dan bebas stigma.
Lebih dari 110 peserta hadir secara langsung maupun daring, yang terdiri dari camat, kepala puskesmas, anggota TPKJM, kelompok difabel, TKSK, media, serta unsur masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, dr. Budi Susanti, M.Sc, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam penyusunan dan pelaksanaan program kesehatan jiwa yang menyentuh langsung ke masyarakat.
“Harapannya, TPKJM tak hanya aktif di tingkat kabupaten, tapi juga terbentuk di tingkat kecamatan,” ujarnya.
Selain memperkuat kelembagaan, forum ini juga menjadi ruang strategis dalam merumuskan langkah konkret seperti pembentukan kelompok kerja (Pokja), penyusunan SOP penanganan pasca-rehabilitasi bagi orang dengan disabilitas psikososial (ODDP), hingga penguatan edukasi masyarakat terkait kesehatan jiwa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Drs. R. Achmad Kurniawan Kadir, MPA, dalam sambutannya menegaskan pentingnya isu kesehatan jiwa sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan manusia yang utuh.
“Pemkab Purworejo berkomitmen membangun masyarakat yang inklusif, salah satunya melalui pengarusutamaan isu kesehatan jiwa bersama PRYAKKUM,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TPKJM Kabupaten Sleman, dr. Seruni Angreni Susila, MPH, yang hadir secara daring sebagai narasumber, menyoroti pentingnya peran TPKJM dalam menciptakan akses layanan jiwa yang adil dan setara.
“Pelayanan medis saja tidak cukup. Peran keluarga dan lingkungan sosial sangat penting agar pasien tetap stabil dan tidak mengalami kekambuhan,” tegasnya.
Dalam Program Every Life Matters, saat ini intervensi intensif dilakukan di 9 desa di Kecamatan Purworejo, Gebang, dan Banyuurip, sementara pendampingan penguatan kesadaran masyarakat berlangsung di 31 desa lainnya di tujuh kecamatan.
Project Manager PRYAKKUM, Christian Pramudya, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam kesehatan jiwa.
“Rapat ini penting untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan baik dalam penanganan isu kesehatan jiwa, mulai dari hulu sampai hilir,” jelasnya.
Dengan adanya komitmen lintas sektor dan pembentukan Pokja TPKJM, diharapkan ke depan para penyandang disabilitas psikososial di Kabupaten Purworejo benar-benar dapat merasakan layanan kesehatan jiwa yang inklusif, holistik, dan bebas dari stigma sosial. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








