PURWOREJO, purworejo24.com – Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Purworejo menggelar Seminar Pendidikan bertema “Optimalisasi Pembelajaran Mendalam” pada Jumat (26/7/2025), bertempat di Auditorium Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 400 guru Muhammadiyah dari 22 sekolah mulai jenjang SD/MI, SMP, SMA hingga SMK se-Kabupaten Purworejo.
Ketua FGM Purworejo, Wisnu Anggoro, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program kerja semester kedua FGM, setelah sebelumnya ditutup dengan kegiatan senam dan jalan sehat di Alun-Alun Kutoarjo pada semester pertama.
“Harapan kami, seminar ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan wawasan baru bagi para guru Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan pendidikan berbasis teknologi,” ujarnya.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Dr. Suyitno, M.Pd. (Dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo) yang menyampaikan materi tentang Membangun Kompetensi Guru Muhammadiyah Menuju Transformasi Pembelajaran Digital, serta Dr. Sugiman, B.Sc., M.Si. (Ketua BAN PDM Jawa Tengah sekaligus Dosen UNNES) yang mengangkat tema Optimalisasi Model Deep Learning sebagai Inovasi Pembelajaran Unggul di Sekolah Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, Drs. H. Pujiono, dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan seminar ini sebagai upaya menjaga profesionalisme dan semangat pengabdian para guru.
“Nasib anak bangsa ke depan sangat ditentukan oleh guru. Maka penting bagi guru-guru Muhammadiyah untuk memiliki pemahaman tentang pembelajaran mendalam yang menyentuh seluruh aspek kecerdasan; spiritual, emosional, intelektual, dan sosial,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., MM, yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing Purworejo.
“Pendidikan kita harus adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam hal teknologi seperti AI dan coding. Seminar ini menjadi kontribusi nyata Muhammadiyah dalam menyongsong generasi emas 2045,” ujarnya.
Pada sesi pertama, Prof. Suyitno menekankan pentingnya pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan, serta perlunya pemanfaatan teknologi secara bijak dalam proses pembelajaran.
Ia juga menyinggung tentang TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) sebagai fondasi kompetensi guru di era digital.
“Teknologi ibarat pisau bermata dua, bisa membantu tapi juga bisa membahayakan. Maka perlu ada filter dan etika dalam penggunaannya, terutama dalam hal pemanfaatan AI dalam pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Sugiman memaparkan filosofi Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah yang mengintegrasikan aspek akademik dan nilai-nilai keislaman secara holistik. Ia juga menyoroti pentingnya pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat, bukan sekadar transfer ilmu.
“Guru Muhammadiyah harus terbuka terhadap perubahan, mengedepankan karakter Islami, dan mampu berkolaborasi serta berinovasi guna menjawab tantangan masa depan,” tandasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Purworejo, PDA Purworejo, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Seminar ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan kapasitas guru dan komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan yang unggul, adaptif, dan berkarakter. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








