PURWOREJO, purworejo24.com – Dalam rangka menyiapkan sarana komunikasi darurat, dan membantu kelancaran koordinasi saat terjadi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo menjalin kerjasama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Purworejo.
Kerjasama itu diwujudkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara keduanya, di aula BPBD Kabupaten Purworejo, pada Selasa (6/6/2025).
“MoU ini merupakan suatu kerja sama, ini ada dasarnya, dasar kita ada hitam diatas putih, dan merupakan kekuatan bagi kami, kekuatan bagi ORARI untuk berkolaborasi, ada tanda tangan diatas materai, jadi kami punya kekuatan secara hukum minta bantuan ke ORARI manakala ada terjadi bencana, walaupun tanpa diminta saya yakin ORARI pasti hadir membantu kami,” kata Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Dra. Dede Yeni, Iswantini, MM, saat ditemui usai penandatanganan MoU.
Menurutnya, selama ini BPBD Kabupaten Purworejo sudah bekerjasama dengan ORARI Lokal, namun untuk memberikan kepastian hukum diwujudkan dalam kerjasama secara resmi (MoU).
“Kedepan tidak hanya ikut kedaruratan saja tapi kami berharap kesiapsiagaan ORARI bisa membantu kami dalam pelatihan- pelatihan komunikasi manakala ada bencana biar temen- temen kami di BPBD, tidak hanya trampil dalam membantu korban saat evakuasi tapi juga tampil dalam komunikasi, bagaimana menyampaikan kalau terjadi bencana,, karena untuk pelatihan komunikasi sebenarnya di BPBD belum ada,” ujarnya.
MoU itu, lanjutnya, merupakan MoU pertama yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Purworejo dengan organisasi seperti ORARI. Sedangkan MoU dengan pemerintah sudah sering dilakukan.
Disebutkan, sesuai dengan keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan nomor 308 tahun 2024, ada 6 klaster Penanggulangan Bencana yaitu klaster pencarian dan pertolongan, klaster pengungsian dan perlindungan, klaster logistik, klaster kesehatan, klaster pendidikan dan klaster pemulihan.
“Harapanya kedepan yang jelas Purworejo tidak ada bencana, MoU ini merupakan salah satu wujud mitigasi pencegahan manakala terjadi bencana kita dari semua komponen sudah siap, dari komunikasi sudah siap, dari masyarakat sudah siap dari relawan sudah siap tapi tetap berdoa mudah- mudahan tidak terjadi bencana yang luar biasa, aman saja walaupun rangkingnya nomor 9 tapi tetap aman,” harapnya.
Ketua ORARI Lokal Purworejo, Irawan, mengatakan MoU dengan BPBD Kabupaten Purworejo dilakukan dalam rangka kerjasama dalam menyiapkan sarana komunikasi saat terjadi bencana.
“Komunikasi darurat itu pada saat kejadian yang kedaruratan atau bencana maka kita membackup, membantu BPBD. Bekerjasama juga artinya bahwa ketika ada situasi darurat kami dari ORARI Lokal Purworejo ikut berpartisipasi membantu kelancaran komunikasi, artinya dalam rangka koordinasi pada semua relawan yang sedang bertugas dengan menggunakan radio -radio komunikasi, sebetulnya BPBD sudah ada tapi memang radio komunikasi ini kan sebetulnya tidak tergantung sinyal seluler, ketika infrastruktur tidak berfungsi maka radio komunikasi tetap bisa jalan,” jelas Irawan.
Komunikasi darurat, lanjutnya, akan terjadi dalam suatu kebencanaan yang terkendala dengan sarana komunikasi, seperti terjadi tidak ada aliran listrik atau putus atau tidak ada Power dari seluler, maka bisa menggunakan radio komunikasi seperti yang dimiliki oleh ORARI.
“Ini untuk membackup ketika terjadi bencana, kita dari ORARI memberikan bantuan ketika terjadi hilang sinyal atau tidak ada sinyal seluler, maka kita bisa membackup komunikasinya, jadi komunikasi dan koordinasi bisa tetep jalan, bahkan di daerah tanpa sinyal sekalipun kita bisa,” ujarnya.
Dalam prakteknya, nantinya saat terjadi bencana, anggota ORARI akan diberangkatkan ke lokasi, juga akan menempatkan anggota di BPBD yang menjadi koordinator penanganan bencana.
“Meskipun di BPBD juga ada tapi belum semua personil BPBD menguasai komunikasi ini maka kita ada kerjasama,” terangnya.
Disebutkan, ORARI Lokal Purworejo saat ini memiliki 180 anggota. Selain memiliki peralatan pendukung komunikasi, anggota juga memiliki kemampuan untuk merakit jaringan komunikasi secara cepat dan bisa digunakan. Anggota ORARI juga bisa membantu tugas lain dalam kebencanaan selain untuk komunikasi.
“ORARI adalah bagian dari forum pengurangan resiko bencana di BPBD, nah peran kami ada didalam klaster komunikasi darurat tapi kami punya personil selain kemampuan komunikasi juga punya kemampuan rescue, kemampuan penyelamatan, dan apa saja. Selain komunikasi kita juga punya satuan penanganan bencana, karena anggota ORARI beragam dengan latar belakang yang berbeda- beda dan bermacam- macam,,” tandasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







