PURWOREJO, purworejo24.com – Belasan hektar sawah di Desa Bakurejo, Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Jawa Tengah direndam banjir.
Belasan hektar sawah tersebut terendam banjir akibat tanggul Kali Kereng tak berfungsi maksimal. Air pun meluap hingga ke persawahan warga.
Karmijo salah satu petani mengatakan, banjir sudah menggenang di sawahnya sekitar 5 hari. Padi yang baru ditanam berimur 20 hari pun terendam air dan mati.
“Awalnya hujan dan ada kiriman (banjir) dari utara, sudah saya tanami sekitar 20 hari,” kata Karmijo saat ditemui di sawahnya pada Rabu (18/2/2025).
Karmijo menyebut, sawahnyabyang terendam banjir sekitar setengah hektar. Ia harus menanggung kerugian jutaan rupiah akibat bencana alam ini. Beruntung, ia belum memberikan pupuk pada tanamannya sehingga kerugian tak semakin membengkak.
“Saya kira sudah mati semua wong sudah terendam 5 hari ini,” kata Karmijo
Karmijo menyebut banjir yang terjadi di wilayahnya disebabkan oleh tanggul Kali Lereng yang tak maksimal. Tak hanya itu, Kali Lereng sudah mengalami pendangkalan sehingga air mudah meluap.
“Terutama pintu-pintu air kalau ditutup masih bocor, tanggul kurang tinggi dan sungai sydah dangkal,” kata Karmijo.
Menurut Karmijo, akibat masalah tanggul, pintu air dan pendangkalan sungai, setiap tahun di wilayahnya terendam banjir. Ia berharap pemerintah segera turun tangan membenahi masalah banjir di desanya.
“Harapannya segera ditangani pintu-pintu air dan parit agar air lancar dan petani bisa tanam lagi,” kata Karmijo.
Sumino kepala Desa Bakurejo mengamini penyebab banjir di desanya yang merendam belasan hektar sawah. Menurutnya, pembuatan pintu air kurang efisien sehingga kurang terpakai oleh para petani.
“Banjir terjadi karena tanggul yang kurang permanen. Yang keduanya pintu air kurang terpakai untuk masyarakat tani,” kata Sumino.
Sumino khawatir, jika keadaan ini dibiarkan, desa-desa lain di sekitar Desa Bakurejo juga akan terdampak banjir.
“Banjir bisa merembet termasuk ke Desa Trimulyo, Rowodadi dan Bendungan. Kalau musim seperti ini pasti kerugiannya banyak,” kata Sumino.
Akibat banjir yang melanda desanya, Sumino mengaku mengalami kerugian puluhan juta.
“Puluhan juta iya mas, termasuk tenaga, traktor tenaga yang menanam termasuk pupuk juga,” kata Kades.
“Harapan saya untuk pemerintah yang di atas untuk penanggulangan banjir mohon tanggul Kali Lereng yang didaerah Grabag dimaksimalkan dan pintu airnya. Agar perekonomian lancar dan tidak segan untuk bayar PBB (pajak bumi dan bangunan) nya mas,” tutup Kades (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








