KUTOARJO, purworejo24.com – Sebanyak 180an siswa Taman Kanak- kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) dari berbagai daerah mengikuti Olimpiade Anak Berprestasi Indonesia 2025 di pendopo Kecamatan Kutoarjo, pada Minggu (23/2/2025).
Ada empat perlombaan yang dikompetisikan dalam Olimpiade Anak Berprestasi Indonesia itu, yaitu lomba berhitung cepat, lomba matematika, lomba hafalan surat pendek dan lomba mewarnai.
Olimpiade Anak Berprestasi Indonesia 2025 merupakan gelaran perdana yang dilaksanakan oleh Yayasan Bimbingan Anak Prestasi Indonesia.
Yayasan Bimbingan Anak Prestasi Indonesia adalah yayasan yang menaungi rumah belajar berhitung cepat, dengan belajar menggunakan metode Jari Aljabar di Kabupaten Purworejo.
Dalam Olimpiade itu, untuk lomba mewarnai diikuti oleh siswa TK dan siswa SD kelas 1 dan 2, untuk lomba hafalan surat pendek diikuti oleh siswa TK dengan materi hafalan doa makan, lalu siswa SD kelas 1 dan 2 dengan materi hafalan pilihan surat pendek yaitu surat Al Kafirun, Al Kutsar dan An Nasr. Kemudian untuk lomba matematika diikuti siswa TK A dan B serta siswa kelas 1 sampai kelas 6 dengan materi soal matemetika umum sesuai kelas dan untuk lomba berhitung cepat diikuti khusus untuk anak- anak yang belajar dirumah belahar ALBRI dari TK dan SD (kelas 1 hingga kelas 6).
Selain mendapatkan piala, piagam dan voucer daftar untuk para juara, seluruh peserta juga mendapatkan piala motivasi dari Yayasan Bimbingan Anak Prestasi Indonesia.
Olimpiade itu juga berlangsung meriah dengan pementasan seni Pamtomim dan Magician (sulap) yang diperankan oleh Kak Mahestya Andi bersama siswa SD Mutiara Ibu Purworejo dan Kak Bara.
“Adanya lomba ini untuk mengasah kemampuan anak dan memfasilitasi prestasi anak yang berkompeten dibidangnya masing- masing. Lomba ini untuk umum dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah,” kata Liliksufitriani, CT ,CM, selaku Pimpinan Cabang Jari Aljabar Cabang Purworejo, saat ditemui usai kegiatan.
Olimpiade Anak Berprestasi Indonesia itu baru pertama kalinya digelar di Kabupaten Purworejo dan diikuti untuk umum. Dari kejuaraan ini, Yayasan Bimbingan Anak Prestasi Indonesia nantinya juga akan memfasilitasi kegiatan serupa di berbagai kota lain.
“Harapan saya semoga anak- anak yang punya prestasi dibidangnya bisa kita fasilitasi dan bisa semangat lagi dalam belajar,” harapnya.
SR Irawan, peserta kelas 1 dari SD Negeri Kemadu, mengaku senang bisa meraiih juara harapan 2 dalam kompetisi matematika. Ia juga mengaku telah tiga kali ini meraih juara dalam kompetisi matematika dan bisa berhitung matematika setelah belajar di rumah belajar ALBRI.
“Bisa membanggakan orang tua,” katanya.
Sementara itu, Nur Khasanah, wali peserta dari Desa Wironatan, Butuh, Purworejo, mengepresiasi kegiatan Olimpiade dan mengaku senang bisa mengikutkan anaknya dalam perlombaan itu.
“Sebenarnya si hanya pingin melihat kemampuan anak- anak AlBRI itu gimana di kompetisi ini, ternyata anak saya juga bisa mengikuti dan alhamdulillah juara,” katanya.
Ia mengaku telah mengikutkan anaknya dalam rumah belajar ALBRI sejak bulan Oktober 2024 lalu dan perkembangan anaknya bisa secara cepat mengikuti materi yang diajarkan dengan motode belajar jari Aljabar.
“Anak- anak bisa tau berhitung tambahan, perkalian dan pengurangan, jadi tau oh gini – gini caranya, dan harapannya ALBRI makin maju makin sukses makin bisa membimbing anak menjadi anak yang pintar,” harapnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







